Ribuan Burung dari Bali Disita di Pelabuhan Ketapang

Barang bukti sangkar burung yang disita petugas
Barang bukti sangkar burung yang disita petugas. Foto: M-006)

DENPASAR,MENITINI.COM-Ribuan burung yang diduga akan diselundupkan dari Bali menuju Pulau Jawa berhasil disita petugas Karantina di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi tadi malam, Sabtu (3/12/2022). Direktur Eksekutif FLIGHT:  Protecting Indonesia’s Birds Maricon Guciano saat dikonfirmasi Minggu pagi (4/12/2022) membenarkan penyitaan oleh petugas karantina Pelabuhan Ketapang.

Ia mengaku sudah mencurigai banyak burung yang dimuat di sebuah kendaraan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk Bali. Diduga ribuan burung akan dijual secara ilegal ke daerah di Jawa. “Karena kecurigaan itu maka kami memberikan informasi kepada petugas untuk cek, apakah benar ribuan burung itu legal, dokumen resmi dan seterusnya. Dan ternyata memang benar adanya yakni ilegal. Kami berterima kasih kepada petugas karantina yang menyelamatkan burung tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengembalikan burung tersebut ke alamnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ini Jawaban Kapolda Bali atas Keluhan Masyarakat Jalanan Mulai Macet

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan timnya, populasi berbagai jenis burung kicau di Bali terus mendapat tekanan akibat maraknya perburuan dan perdagangan ilegal. Diperkirakan lebih dari 10 ribu burung kicau diselundupkan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang setiap bulannya. Burung-burung ini diambil dari alam secara ilegal di berbagai daerah di Bali, seperti Tabanan, untuk memenuhi permintaan pasar pasar burung di Jawa.

“Pelabuhan Gilimanuk di Bali memiliki celah besar yang sering dimanfaatkan pedagang untuk menyelundupkan ribuan burung ilegal ke Jawa setiap bulannya. Mereka diduga kuat bekerjasama dengan oknum aparat sehingga burung ilegal ini dapat lolos ke Pulau Jawa,” tutur Guciano

BACA JUGA:  Jumlah Turis Asing ke Bali Turun 88,99 Persen, Ini Penjelasan Kepala BPS Bali

Marison berharap burung sitaan ini dapat segera dilepasliarkan ke alam, bukan dikembalikan ke pemilknya. Karena burung ini diambil dari alam secara ilegal dan dikirim tanpa dokumen yang sah.

Jika tidak ada upaya yang serius untuk menyelamatkan burung-burung ini, Marison memperkirakan dalam beberapa tahun ke depan beberapa spesies burung kicau akan dengan sangat cepat menghilang dari alam Bali. M-006