Jumat, 21 Juni, 2024

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi saat berada di IKN Nusantara. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA,MENITINI.COM-Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan kehadiran Perusahaan Listrik Negara (PLN) Hub di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi kunci layanan teknologi telekomunikasi terbaru, termasuk jaringan 5G.

“PLN Hub sebagai pusat infrastruktur kelistrikan di IKN menjadi penting. Kita sudah dorong investasi jaringan telekomunikasi 5G, tapi ini kan banyak hal karena investasi infrastruktur telekomunikasi sangat mahal ya,” jelasnya kepada wartawan sebelum Groundbreaking PLN Hub di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (05/06/2024).

Menteri Budi Arie menekankan peran strategis PLN Hub dalam mendukung pengembangan jaringan telekomunikasi 5G sebagai salah satu infrastruktur konektivitas digital di IKN.

“Pasokan listrik yang stabil dan handal dari PLN Hub akan memastikan jaringan 5G dapat beroperasi secara optimal, menghadirkan konektivitas digital di IKN,” tandasnya. 

BACA JUGA:  Pemerintah Bentuk Satgas Khusus Pemberantasan Judi Online

Menkominfo menambahkan bahwa teknologi 5G bukan hanya tentang kecepatan internet yang tinggi, tetapi juga membuka peluang meningkatkan kualitas layanan publik Pemerintah.

“Jaringan 5G akan memungkinkan aplikasi dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bisa diterapkan,” tuturnya.

Menurut Menteri Budi Arie, kolaborasi antara PLN dan operator telekomunikasi menjadi kunci keberhasilan implementasi konektivitas digital di IKN. 

“Persiapan kita ya nanti kita terus, ini kan Telkom sudah narik infrastrukturnya. Nanti sesuai dengan perkembangan IKN juga akan terus ditambah kapasitasnya,” ujarnya.

Pembangunan PLN Hub di IKN menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan konektivitas digital terbaik bagi masyarakat.   

“Apalagi PLN punya Icon Plus yang juga mensupport infrastruktur telekomunikasi,” tegas Menkominfo Budi Arie. 

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Presiden Jokowi: Energi di IKN Harus 100 Persen Hijau