Kolaborasi Global Berhasil Bongkar Jaringan Online Scam, Lebih dari 1 Juta Akun Ditutup

JAKARTA,MENITINI.COMKerja sama lintas sektor antara perusahaan teknologi global dan lembaga penegak hukum internasional berhasil mengungkap serta menindak jaringan penipuan daring (online scam) yang beroperasi lintas negara dan lintas platform.

Sejak 18 Mei 2026, Scam Center Strike Force dari U.S. Department of Justice (DOJ) yang dipimpin US Attorney for District of Columbia Jeanine Pirro, mengoordinasikan operasi bersama sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, Coinbase, dan Starlink. Operasi ini juga melibatkan FBI, Dinas Rahasia Amerika Serikat, serta aparat penegak hukum dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Thailand.

Selama sepekan, para peserta operasi berkumpul di Washington DC untuk bertukar informasi dan memperkuat koordinasi dalam upaya mengidentifikasi jaringan penipuan online yang selama ini menyasar jutaan korban di berbagai negara.

Kolaborasi tersebut memungkinkan para pihak menghubungkan berbagai informasi yang tersebar di sejumlah platform digital sehingga membantu mengidentifikasi pelaku, membongkar jaringan kriminal, dan menggagalkan berbagai aksi penipuan.

Vice President dan Deputy General Counsel Meta, Chris Sonderby, mengatakan perlindungan masyarakat dari kejahatan online menjadi salah satu prioritas utama perusahaan.

“Operasi gabungan yang diumumkan hari ini, yang mencakup penutupan lebih dari satu juta akun, pembekuan aset, dan lebih dari 60 penangkapan tersangka, menunjukkan betapa kuatnya kerja sama dalam memerangi para scammer,” ujarnya.

Menurut Sonderby, Meta bangga dapat bekerja sama dengan DOJ, FBI, Royal Thai Police, dan berbagai lembaga penegak hukum lainnya dalam menarget pusat-pusat operasi penipuan daring yang berbasis di Asia.

BACA JUGA:  Kemnaker Siapkan Estafet Karir bagi Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

Senada dengan itu, Police Lieutenant General Jirabhop Bhuridej menyebut operasi tersebut merupakan kerja sama ketiga antara aparat penegak hukum dan Meta dalam memerangi sindikat penipuan online internasional.

“Ini menandai operasi gabungan ketiga kami bersama Meta dan mitra penegak hukum lintas sektor. Hasil yang dicapai menunjukkan kemajuan nyata dalam mengungkap dan menghentikan aktivitas sindikat penipuan online lintas negara,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kejahatan penipuan online transnasional tidak dapat ditangani oleh satu negara atau satu lembaga saja sehingga kolaborasi dan pertukaran informasi secara cepat menjadi kunci dalam membongkar jaringan kriminal tersebut.

Sementara itu, Global Head of Microsoft’s Digital Crimes Unit, Steven Masada, menilai kerja sama antara industri teknologi dan aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam memberantas jaringan penipuan yang memanfaatkan berbagai platform digital.

“Meski jaringan online scam beroperasi lintas platform dan lintas negara, Microsoft tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan lembaga penegak hukum guna memberikan informasi terkait berbagai modus penipuan sehingga jaringan kriminal berskala besar dapat dilumpuhkan dan para pelakunya dimintai pertanggungjawaban,” jelasnya.

Dari sektor aset digital, Chief Security Officer Coinbase, Jeff Lunglhofer, mengatakan teknologi blockchain memberikan keuntungan dalam pelacakan aktivitas keuangan ilegal karena setiap transaksi meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri.

“Transparansi blockchain memungkinkan kami bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak, membekukan, dan menggagalkan aktivitas jaringan kriminal,” katanya.

BACA JUGA:  Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

Komitmen serupa juga disampaikan Vice President of Starlink Business Operations di SpaceX, Lauren Dreyer. Ia menegaskan Starlink menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan layanan untuk aktivitas ilegal, termasuk penipuan online.

Menurutnya, perusahaan secara proaktif mendeteksi dan menonaktifkan perangkat yang terlibat dalam kegiatan melanggar hukum serta terus bekerja sama dengan penegak hukum dan perusahaan teknologi lainnya dalam upaya memerangi online scam.

Operasi gabungan ini menyoroti pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi ancaman kejahatan siber. Para pelaku penipuan diketahui terus mengembangkan modus dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan platform mobile secara bersamaan untuk menghindari deteksi.

Karena itu, upaya pemberantasan online scam dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan teknologi, penyedia layanan internet, institusi keuangan, pemerintah, hingga aparat penegak hukum di berbagai negara.

Kerja sama yang telah menghasilkan penutupan lebih dari satu juta akun, pembekuan aset, serta penangkapan lebih dari 60 tersangka tersebut akan terus dilanjutkan guna mempersempit ruang gerak sindikat penipuan online dan meningkatkan perlindungan bagi pengguna internet di seluruh dunia. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Tabanan

TABANAN,MENITINI.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Kunjungan tersebut disambut meriah oleh para siswa

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top