BADUNG,MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemkab Badung meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten dalam ajang Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa–Bali.
Penghargaan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut berlangsung di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6). Atas capaian tersebut, Kabupaten Badung menerima trofi penghargaan serta insentif fiskal sebesar Rp3 miliar yang diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Malam apresiasi itu turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kepala BPS RI, Wakil Menteri Perhubungan, serta para kepala daerah dari wilayah Jawa dan Bali.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi instrumen penting untuk mendorong persaingan sehat antar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Perlu ada exposure, harus ada pemberitaan. Sesuatu yang bagus kalau tidak diberitakan, orang tidak akan tahu,” ujar Tito Karnavian.
Keberhasilan Badung meraih penghargaan ini didukung oleh capaian signifikan dalam menekan angka stunting dan kemiskinan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Badung tercatat sebesar 5,3 persen pada 2024 dan 4,9 persen pada 2023, menjadikannya salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Indonesia. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga nol persen sejak 2023.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah yang telah berkontribusi dalam upaya pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Badung. Ini bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi buah dari kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, dunia usaha, hingga keluarga-keluarga yang memiliki komitmen kuat terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Adi Arnawa menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, kesehatan balita, perbaikan sanitasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami meyakini bahwa penanganan stunting bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang kualitas generasi masa depan. Karena itu, Pemkab Badung terus memastikan seluruh program berjalan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar setiap anak Badung memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.
Menurutnya, penghargaan dari Kemendagri tersebut menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri ini menjadi energi sekaligus tanggung jawab yang lebih besar bagi kami. Prestasi hari ini adalah pijakan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, menekan kemiskinan secara berkelanjutan, menjaga angka stunting tetap rendah, dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain capaian tersebut, indikator sosial Kabupaten Badung pada 2024 juga menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 2,2 persen, sedangkan angka pengangguran berhasil ditekan hingga 1,8 persen. (M-011)
- Editor: Daton









