DENPASAR,MENITINI.COM – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menggelar lomba mengumpulkan sampah di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.
Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Denpasar diawali dengan aksi bersih-bersih pada Jumat (5/6), kemudian dilanjutkan dengan kegiatan puncak di kawasan Padanggalak yang melibatkan masyarakat, komunitas, ASN, serta TNI dan Polri dalam aksi bersih-bersih dan penanaman pohon.
“Hari ini di lokasi Car Free Day kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan lingkungan melalui lomba mengumpulkan sampah. Pelestarian lingkungan membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Wirabawa, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat dan anak-anak, tetapi juga menjadi pengingat agar tidak membuang sampah sembarangan serta meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi. Peserta yang berasal dari sekolah, komunitas, maupun masyarakat umum terlihat bersemangat mengikuti lomba yang digelar.
“Antusiasme ini menjadi motivasi bagi kami dan diharapkan dapat menjadi langkah yang lebih besar dalam upaya melestarikan lingkungan, khususnya di Kota Denpasar dan Provinsi Bali pada umumnya,” katanya.
Lebih lanjut, Wirabawa mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari hasil edukasi dan monitoring yang dilakukan secara door to door kepada warga terkait pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Kesadaran masyarakat sangat meningkat, terutama dalam proses pemilahan sampah. Ini sangat membantu pengolahan sampah di TPST maupun TPSTR yang ada di Kota Denpasar. Kerja sama dan peran serta masyarakat sangat penting dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.
Salah seorang warga yang mengikuti lomba mengaku sistem pengelolaan sampah di wilayah tempat tinggalnya telah berjalan cukup baik. Sampah organik dan anorganik dipilah sejak dari rumah dengan jadwal pengangkutan yang telah ditentukan.
Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan DLHK Kota Denpasar dengan dukungan Bali Waste Cycle (BWC) tersebut sangat bermanfaat. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.
Senada dengan itu, seorang warga asal Desa Sesetan mengatakan kegiatan tersebut sangat positif dan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Di lingkungan tempat tinggalnya, sampah botol dan plastik telah dipilah secara terpisah. Bahkan, sebagian warga telah memanfaatkan komposter untuk mengolah sampah organik.
Melalui kegiatan ini, DLHK Kota Denpasar berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (M-011)
- Editor: Daton









