Jelang Akhir Tahun, Simak Tips Perjalanan Bebas COVID-19

Rencanakan perjalanan dengan aman selama COVID-19 - pexels
Rencanakan perjalanan dengan aman selama COVID-19 (Foto: pexels)

DENPASAR, MENITINI.COM – Akhir tahun sudah semakin dekat. Banyak orang akan segera melakukan perjalanan, entah berlibur atau anjangsana ke keluarga dan kerabat. Memikirkannya saja sudah menyenangkan, tapi jangan sampai lupa untuk menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Apalagi COVID-19 dan mutasinya masih mengintai. Tentunya, kali ini Anda tidak ingin terhambat akibat COVID-19 lagi kan seperti tahun-tahun sebelumnya?

Ada yang penting untuk diingat. Bepergian dapat membuat Anda kehilangan rutinitas makan sehat, berolahraga, dan tidur yang cukup. Para ahli mengatakan ada tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil untuk tetap bugar selama perjalanan dan terbebas dari kekhawatiran terkait COVID-19. Berikut 3 tips perjalanan dan tahap yang harus Anda siapkan!

1. Sebelum Perjalanan

Menurut dokter keluarga Brad Wasson, tips perjalanan terkait pilihan tentang aman atau tidaknya bepergian tergantung pada risiko kesehatan pribadi. Anak kecil, orang hamil, lansia, dan mereka yang sistem kekebalannya lemah memiliki risiko tertinggi terkena komplikasi flu atau COVID-19. Jika Anda baru saja menjalani operasi, Anda mungkin juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan. Penting untuk mempertimbangkan hal ini apalagi kalau Anda berencana berkunjung ke tempat seseorang yang mungkin berisiko tinggi. Jangan sampai Anda malah membawa penyakit ya!

Pastikan vaksinasi up-to-date

Wasson mengatakan sangat penting untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan suntikan flu Anda sebelum perjalanan. Meski tidak wajib pada seluruh perjalanan, vaksinasi flu dapat diberikan bersama dengan vaksin COVID-19 pada hari yang sama. Hal ini memudahkan Anda untuk membuat perjanjian terkait vaksin dan memberi efek proteksi maksimal pada lingkungan. Perlu diingat bahwa butuh waktu hingga 2 minggu untuk membangun imunitas. Jadi rencanakan jadwal dengan matang ya.

BACA JUGA:  Operasi Ketupat, Polisi Kawal 92.598 Titik, Tiga Provinsi Target Pengamanan Mudik Lebaran

Karantina Mini

Ahli epidemiologi Eyal Oren, PhD, MS, menginfokan bahwa cukup penting untuk membatasi potensi paparan COVID-19 dan virus lain sebanyak mungkin selama seminggu atau lebih sebelum rencana perjalanan Anda. Tidak harus mengikuti karantina di lokasi pemerintah, kok.  Membatasi paparan, menghindari kerumunan berisiko dan terus menggunakan masker sudah cukup untuk menurunkan risiko Anda.

Siapkan tes COVID-19

Menggunakan tes antigen COVID-19 2-3 hari sebelum perjalanan Anda untuk penapisan adalah langkah yang baik. Meskipun tidak sesempurna PCR, tes antigen  sudah cukup untuk menunjukkan kapan Anda tidak menular lagi walaupun sempat positif. Jadi sangat membantu jika Anda baru saja positif COVID-19 dan ingin tahu apakah aman untuk bepergian sekarang. Idealnya, lakukan 10 hari sebelum rencana keberangkatan dan ulangi pada hari ke-2 atau 3.

Kemas masker dan obat pribadi secukupnya

Masker memang sudah tidak menjadi barang wajib di beberapa daerah. Namun, masker masih sangat membantu dalam keadaan tertentu seperti lingkungan dalam ruangan yang padat. Ingat, walaupun luas, bandara tetaplah ruangan tertutup. Tisu desinfektan dan pembersih tangan juga baik untuk dibawa selama perjalanan Anda. Jangan lupa untuk membawa obat pribadi darurat secukupnya. Kita tidak pernah tahu apakah akan terus sehat atau mendadak sakit saat perjalanan. Kemaslah obat demam, diare, anti mabuk perjalanan, alergi dan obat batuk pilek dalam satu kemasan tertutup sehingga Anda mudah mencarinya.

BACA JUGA:  Eksekutif Pasang Tarif Tes Cepat di Ranperda Rp375 Ribu, Legislatif Minta Samakan dengan Permenkes

2. Selama Perjalanan Anda

Setelah Anda mencapai tujuan, akan sulit untuk mempertahankan gaya hidup sehat seperti makan dengan baik dan berolahraga. Apalagi jika berkunjung ke tempat orangtua. Rutinitas makan dan duduk-duduk santai pasti susah dihindari. Berikut yang perlu Anda antisipasi:

Jaga pola makan dan olahraga rutin

Kristi Ruth, RD, CNSC, LDN, seorang dietisien mengatakan salah satu tips perjalanan yang baik adalah tidur yang cukup dan tidak melewatkan sarapan. Lelah perjalanan itu wajar, jadi sangat mudah untuk melewatkan makan pertama hari itu jika Anda tertidur, tetapi Ruth mengatakan hal ini bisa membuat Anda terlalu lapar di kemudian hari. Bawalah beberapa makanan ringan yang sehat seperti granola, trail mix, atau buah kering, adalah cara yang bagus untuk memastikan Anda memiliki pilihan sehat di mana pun Anda berada. Apabila mudah menemukan yogurt, Anda bisa padukan untuk variasi yang lebih segar.

Ketika menjelajah tempat baru, mustahil rasanya jika tidak mencoba kuliner lokal. Anda tidak perlu menahan diri, pastikan mengkonsumsi salad atau sayuran segar untuk mengimbangi kalori Anda. Hal yang sama berlaku untuk berolahraga. Tidak perlu khawatir jika tidak ada pusat kebugaran. Ubahlah rutinitas komuter Anda dengan banyak jalan kaki kemana saja. Kurang lebih 30 menit jalan kaki per hari sudah cukup untuk menjada kebugaran Anda.

Pastikan hidrasi cukup

Kembung dan begah kadang tak terhindarkan dalam perjalanan. Pastikan Anda makan banyak buah dan sayuran, yang penuh dengan serat, akan membantu menjaga saluran pencernaan Anda. Minum banyak air akan membantu membuat Anda tetap sehat dan terhidrasi di iklim panas dan kering. Pertimbangkan bepergian dengan botol air yang dapat digunakan kembali. Hal ini terkait dengan kemudahan ketika Anda harus bepergian dan melewati keamanan bandara.

BACA JUGA:  Pasien Positif C-19 Bali Bertambah. Ini Faktanya

Pertimbangkan apakah air keran aman untuk diminum di tempat tujuan Anda. Tidak semua air keran dapat langsung di konsumsi, contohnya Indonesia yang terkenal dengan Bali Belly-nya. Minum banyak cairan dapat membantu Anda mengatasi gejala jet lag kelelahan, terutama karena Anda akan menghabiskan waktu yang lama di kabin pesawat.

3. Perjalanan Kembali ke Rumah

Tidak asing lagi bagi kita yang hobi bepergian, perjalanan kadang bisa menjemukan. Pastikan Anda memberi diri Anda waktu untuk beristirahat dan bersantai sebelum kembali ke tugas harian Anda. Aturlah jadwal selonggar mungkin dengan kesibukan sehingga Anda bisa pulih secara optimal. Kadang mengejar target kerja itu penting, namun apalah artinya jika Anda tidak dalam kondisi prima.

Setelah Anda kembali, tips perjalanan yang juga penting adalah memantau diri sendiri dengan cermat untuk kemungkinan gejala penyakit. Jangan ragu untuk kembali melakukan tes antigen atau tes COVID-19 lainnya sekurang-kurangnya 2-5 hari setelah ketibaan Anda. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa Anda tidak membawa infeksi dan dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan aman. (M-010)