HR Perlu Pahami Bisnis dan Terus Belajar, Ini 5 Pelajaran Karier dari Praktisi

praktisi HR Suryo Sasono dalam podcast Power Talks yang digelar Jobstreet by SEEK
praktisi HR Suryo Sasono dalam podcast Power Talks yang digelar Jobstreet by SEEK.

JAKARTA,MENITINI.COM – Profesional sumber daya manusia (HR) dituntut tidak hanya menguasai aspek pengelolaan karyawan, tetapi juga memahami kebutuhan bisnis agar mampu memberikan kontribusi strategis bagi perusahaan. Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan praktisi HR Suryo Sasono dalam podcast Power Talks yang digelar Jobstreet by SEEK.

Dalam diskusi tersebut, Suryo membagikan lima pelajaran penting yang dapat menjadi bekal bagi profesional HR maupun pemimpin muda dalam membangun karier jangka panjang di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Menurut Suryo, perjalanan karier sebaiknya dipandang sebagai maraton, bukan perlombaan jarak pendek. Ia menilai pencapaian karier yang berkelanjutan lahir dari disiplin, kerja keras, dan proses belajar yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

“Bagi saya, karier itu seperti maraton. Hasil akhirnya mungkin terlihat di permukaan, tetapi yang membentuknya adalah proses panjang, disiplin, dan konsistensi yang sering kali tidak terlihat. Dalam peran HR, hal yang sama juga berlaku: kita perlu berpikir sistematis, memahami bisnis, dan tetap rendah hati untuk terus belajar di setiap konteks baru,” ujar Suryo.

Selain konsistensi, Suryo menyoroti pentingnya pola pikir yang sistematis dalam menyelesaikan persoalan organisasi. Latar belakangnya di bidang teknik membantunya mengidentifikasi hambatan kerja, menemukan titik-titik yang perlu diperbaiki, serta merancang solusi yang lebih efisien dan terukur.

BACA JUGA:  Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung

Ia juga menekankan bahwa pemahaman terhadap bisnis menjadi faktor penting bagi HR untuk meningkatkan perannya di perusahaan. Dengan memahami target organisasi dan kebutuhan para pemimpin lintas fungsi, HR dapat berkontribusi lebih besar dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Pelajaran berikutnya yang dibagikan Suryo adalah pentingnya menerapkan prinsip empty glass saat bergabung dengan organisasi baru. Menurutnya, pemimpin perlu mengedepankan sikap terbuka dan rendah hati dengan mendengarkan serta memahami kondisi internal perusahaan sebelum melakukan perubahan.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu menciptakan transformasi yang lebih relevan dan berkelanjutan dibandingkan perubahan yang dilakukan secara tergesa-gesa.

Suryo juga berpendapat bahwa keberhasilan fungsi HR tidak hanya diukur dari kekuatan tim HR semata, tetapi dari kemampuannya menanamkan pola pikir kepemimpinan yang berorientasi pada pengelolaan sumber daya manusia kepada seluruh pemimpin organisasi.

“HR yang efektif harus mampu menjadi jembatan yang mendorong para pemimpin bisnis untuk ikut memikirkan pekerja, engagement, dan perkembangan organisasi,” katanya.

Sementara itu, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, Sawitri, mengatakan bahwa berbagai insight yang dibagikan Suryo dapat menjadi referensi bagi profesional HR, manajer muda, hingga pencari kerja yang tengah membangun fondasi karier mereka.

BACA JUGA:  Tindak Lanjuti Aduan Buruh, Kemnaker Mediasi Kasus PHK 133 Pekerja PT Amos Indah Indonesia

“Insight dari Pak Suryo menunjukkan bahwa pertumbuhan karier tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi oleh kualitas proses belajar, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk memahami bisnis secara lebih utuh. Ini menjadi pesan yang penting bagi profesional muda yang ingin membangun karier jangka panjang sekaligus relevan di dunia kerja yang terus berubah,” ujar Sawitri.

Ia menjelaskan, podcast Power Talks merupakan bagian dari komitmen Jobstreet by SEEK untuk menghadirkan ruang diskusi mengenai isu ketenagakerjaan, rekrutmen, dan pengembangan SDM di Indonesia. Program tersebut menghadirkan berbagai profesional dan pakar dari sejumlah perusahaan guna berbagi pengalaman serta praktik terbaik di dunia kerja.

“Melalui Power Talks, kami ingin membawa percakapan yang lebih jujur, praktis, dan dekat dengan realitas dunia kerja. Harapannya, para profesional HR, pemimpin bisnis, dan pencari kerja bisa mendapatkan perspektif baru yang dapat langsung diterapkan,” kata Sawitri. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top