KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Air pasang kembali menerjang pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (18/5/2026). Kali ini, satu-satunya rumah yang masih bertahan di kawasan tersebut ikut terdampak hingga pemiliknya terpaksa mengungsi.
Rumah milik I Ketut Candra Arsadi mengalami rendaman air laut yang lebih parah dibanding kejadian sebelumnya. Akibat kondisi itu, seluruh barang miliknya dipindahkan ke rumah kerabat, termasuk dirinya yang kini tinggal sementara bersama keluarga.
Perbekel Desa Kusamba, I Nengah Semadi mengatakan, air pasang mulai terjadi sejak pagi hari dan semakin mengkhawatirkan karena merendam rumah warga hingga tidak lagi layak ditempati.
“Dulu saat air pasang, rumah itu hanya kemasukan air laut. Sekarang kondisinya semakin parah sehingga barang-barang sudah dipindahkan ke rumah keluarganya, termasuk Pak Ketut Candra juga tinggal sementara di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Semadi berharap Pemerintah Kabupaten Klungkung segera merealisasikan bantuan bagi warga terdampak abrasi di kawasan Pantai Monggalan. Menurutnya, bantuan tersebut dapat berupa relokasi ke Rumah Deret Santhi Rahayu maupun program bedah rumah bagi warga yang telah memiliki lahan pengganti.
Selain bantuan hunian, pihak desa juga mendesak agar pembangunan tanggul pengaman pantai segera dilakukan guna mengurangi dampak abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Monggalan.
“Harapan kami bantuan bagi warga terdampak segera direalisasikan, baik melalui rumah deret maupun program bedah rumah,” kata Semadi.
Sebelumnya, abrasi di Pantai Monggalan tercatat berdampak terhadap 10 kepala keluarga (KK). Pemerintah sempat merencanakan relokasi warga ke Rumah Deret Santhi Rahayu di Desa Sulang.
Namun setelah meninjau langsung lokasi rumah deret tersebut, hanya dua KK yang bersedia direlokasi. Sementara enam KK lainnya memilih program bedah rumah karena sudah memiliki lahan pengganti. Adapun dua KK lainnya tidak mengajukan bantuan kepada pemerintah.
Pembangunan dua unit baru di Rumah Deret Santhi Rahayu direncanakan menggunakan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) Dinas Sosial. Pengerjaannya akan dilakukan pemerintah melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan alokasi anggaran sekitar Rp97 juta per unit.









