JAKARTA,MENITINI.COM- Brigjen Pol R Ahmad Nurwahid, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan politisasi agama atau menggunakan agama dalam ajang politik adalah salah satu pemicu utama munculnya radikalisme dan terorisme.
“Radikalisme dan terorisme itu akar masalahnya adalah ideologi. Pemicu utamanya adalah politisasi agama, sehingga sangat relevan dengan kegiatan seperti ini, kita melakukan ikrar bersama, menandatangani pakta integritas supaya menghadapi Pemilu 2024 ke depan, tidak ada lagi yang namanya politisasi agama,” ujar Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (04/05/2022) seperti dikutip Antaranews.
Menurutnya apapun argumennya, agama adalah firman Tuhan, sehingga harus menjadi sumber inspirasi untuk kemanfaatan semua pihak.
“Jadi politisasi agama adalah pemicu utama radikalisme dan terorisme. Dan itu harus ditiadakan,” kata Nurwahid saat menjadi narasumber dalam acara Diskusi Publik 2022 bertema “Melawan Kelompok Radikal dalam Dinamika Politik Indonesia Menjelang Pemilu 2024” yang diselenggarakan Yayasan Tri Bhakti Pratista di Advocafe, Purwokerto, Jumat (3/6).
Lebih lanjut Nurwahid menjelaskan Indonesia sebagai negara yang sangat majemuk yang tentunya juga memiliki potensi yang sangat besar untuk terjadinya konflik, sehingga masyarakat harus berhati-hati dan tak gampang terpolitisasi.
“Negara kita punya potensial konflik yang paling besar di dunia. Di Arab, hanya beberapa etnis dan suku bangsa, pecah jadi berbagai negara. Bangsa Indonesia? Ada 1.300 lebih suku bangsa, tersebar di 17.000 lebih pulau-pulau, agamanya ada enam, alirannya juga begitu banyak dan ini bisa disatukan dalam NKRI. Bayangkan betapa besarnya potensial konfliknya, harus hati-hati dan dijaga,” ungkapnya.
Mantan Kapolres Gianyar ini pun mengungkapkan masyarakat harus bangkit melawan radikalisme dan politisasi agama, karena inilah salah satu penyebab-penyebab terjadinya konflik yang ada, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.
“Ayo glorifikasi dan bangkit melawan radikalisme, karena ini lah penyebab konflik-konflik yang ada, Setelah kami riset, pola terjadinya konflik di negara Muslim itu diawali dengan masifnya radikalisme, kemudian bergabung dengan kelompok anti pemerintah, dan intervensi asing, seperti di Suriah dan negara-negara lainnya,” ungkap Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus) 88/Anti Teror Polri ini.
BNPT Sebut Politisasi Agama Bisa Picu Radikalisme dan Terorisme
Iklan
BERITA TERKINI

Polemik Gunung Botak Kian Memanas, Pencabutan Izin 10 Koperasi Jadi Sorotan
AMBON, MENITINI.COM – Polemik tambang emas Gunung Botak kembali memanas. Aliansi Mahasiswa Perlawanan Pulau Buru turun ke jalan dan mendesak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, segera

Seorang Ayah Bejat di Malteng, Tega Hamili Anak Kandungnya Sendiri
AMBON, MENITINI.COM – Seorang ayah bejat berinisial DH (46), di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tega menghamili putri Kandungnya sendiri. Perbuatan bejat tersebut dilakukan

Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Ebola di Indonesia, Pengawasan Pintu Masuk Negara Diperketat
JAKARTA,MENITINI.COM – Kementerian Kesehatan RI memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Meski demikian, pemerintah meningkatkan kewaspadaan menyusul penetapan status Darurat Kesehatan

BPA Kejaksaan RI Musnahkan 14 Jam Tangan Sitaan Kasus Korupsi Asabri
JAKARTA,MENITINI.COM – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI memusnahkan 14 jam tangan berbagai merek yang merupakan barang sita eksekusi dari terpidana Jimmy Sutopo dalam perkara

Komisi IX DPR RI Buka Peluang Bentuk Dua Panja Baru untuk Benahi Dunia Kedokteran
JAKARTA,MENITINI.COM – Komisi IX DPR RI membuka peluang pembentukan dua Panitia Kerja (Panja) baru guna mengatasi berbagai persoalan di sektor kedokteran dan pelayanan kesehatan dasar.

Menaker Lantik 976 ASN, Tekankan Semangat Belajar, Integritas, dan Kekompakan
JAKARTA,MENITINI.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengambil sumpah/janji dan melantik 976 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Serbaguna Kemnaker,

Pemkab Badung Gelar Upacara Harkitnas Ke-118, Angkat Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”
BADUNG,MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (20/5). Upacara berlangsung khidmat

Red Bull Cliff Diving World Series 2026 Siap Digelar di Nusa Penida
DENPASAR,MENITINI.COM – Broken Beach di Nusa Penida, Bali, akan menjadi lokasi penyelenggaraan final Red Bull Cliff Diving World Series 2026 pada Sabtu (23/5/2026). Ajang olahraga

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Karyawan Cuci Motor di Badung
BADUNG,MENITINI.COM – Kasus pembunuhan terhadap DAD (25), karyawan tempat cuci motor yang jasadnya ditemukan terkubur di areal persawahan di Jalan Antasura, Banjar Cabe, Abiansemal, Badung,

Presiden Prabowo Sampaikan Arah Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR
JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok
TEKNO
OLAHRAGA
PERISTIWA
NASIONAL
DAERAH
HUKUM
POLITIK
LINGKUNGAN
Di Balik Foto
Polemik Gunung Botak Kian Memanas, Pencabutan Izin 10 Koperasi Jadi Sorotan
Seorang Ayah Bejat di Malteng, Tega Hamili Anak Kandungnya Sendiri
Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Ebola di Indonesia, Pengawasan Pintu Masuk Negara Diperketat
BPA Kejaksaan RI Musnahkan 14 Jam Tangan Sitaan Kasus Korupsi Asabri
Komisi IX DPR RI Buka Peluang Bentuk Dua Panja Baru untuk Benahi Dunia Kedokteran
Menaker Lantik 976 ASN, Tekankan Semangat Belajar, Integritas, dan Kekompakan
BERITA TERKINI
Indeks>>




BPA Kejaksaan RI Musnahkan 14 Jam Tangan Sitaan Kasus Korupsi Asabri





Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Karyawan Cuci Motor di Badung
