Tragedi di Bandara Langgur: Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam OTK

Agrapinus Rumatora tergeletak di lantai bandara Karel Sadsuitubun, setelah di tikam oleh OTK.
Agrapinus Rumatora tergeletak di lantai bandara Karel Sadsuitubun, setelah di tikam oleh OTK.
LANGGUR, MENITINI – Aksi kekerasan mengejutkan terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Minggu (19/4/2026) siang. Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.10 WIT, tidak lama setelah korban tiba di bandara menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Ambon.
Kronologi Kejadian,
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat yang ditumpangi korban mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 10.45 WIT.
Setibanya di lokasi, korban dijemput oleh keluarga dan sempat berbincang di area pintu keluar bandara.
Namun, suasana berubah mencekam ketika seorang pria tak dikenal yang mengenakan jaket merah dan masker tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penikaman.
Saksi mata, Antonius Rumatora (68), yang merupakan kakak korban, sempat berusaha melumpuhkan pelaku dengan cara memeluk dan membantingnya. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban yang dalam kondisi terluka sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam bandara, namun akhirnya terjatuh di pintu keluar.
Petugas bandara kemudian memberikan pertolongan awal sebelum korban dilarikan ke rumah sakit.
Korban Meninggal Dunia
Korban dibawa ke RSU Karel Sadsuitubun sekitar pukul 11.10 WIT dan tiba pukul 11.40 WIT untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pada pukul 11.44 WIT, dokter yang menangani, Irene Ubro, menyatakan korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat serta luka serius pada organ vital.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami empat luka tusuk, masing-masing di bagian dada kanan dan kiri, leher sebelah kiri, serta area tulang belakang.
Identitas Saksi,
Selain Antonius Rumatora, saksi lain yang berada di lokasi adalah Ipan Suatratan (38), seorang guru yang berdomisili di Watdek, Kecamatan Kei Kecil.
Rencana Kedatangan Korban
Diketahui, kedatangan Agrapinus Rumatora ke Maluku Tenggara dalam rangka menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas serta motif pelaku penikaman. Pihak berwenang juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang terjadi di ruang publik dan menjadi perhatian serius aparat keamanan di wilayah Maluku Tenggara. (M-009).
BACA JUGA:  Pemkab Malteng Matangkan Rencana Pembangunan Pelabuhan Feri di Pesisir Seram Utara
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top