Realisasikan Program Kerja, J2PS Lakukan Kunjungan ke Beberapa Tempat Pengelolaan Sampah

Rombongan J2PS melakukan kunjungan ke Eco Bali. (Foto: ist)
Rombongan J2PS melakukan kunjungan ke Eco Bali. (Foto: ist)

DENPASAR,MENITINI.COM-Di sela-sela kesibukan peliputan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, wartawan yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Bali melakukan kunjungan sekaligus mengorek lebih jauh persoalan pengelolaan sampah, di tiga lokasi, Selasa (15/11/2022).

Kunjungan tersebut merupakan realisasi dari salah satu program organisasi yang kepengurusannya baru dilantik oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace.

Tiga Lokasi tersebut adalah Eco Bali recycling (PT Bumi Lestari Bali yang berlokasi di Jalan Raya Padonan Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung. TPS Umasari dan Bali Waste Cycle (BWC) yang berlokasi di Cargo, Denpasar.

Rombongan J2PS saat melakukan kunjungan di TPS3R Umasari. (Foto: J2PS)
Advertisements
Rombongan J2PS saat melakukan kunjungan di TPS3R Umasari. (Foto: J2PS)

Di Eco Bali, rombongan Pengurus J2PS yang diketuai Agustinus Apollonaris K Daton bersama Sekretaris Muhammad Ridwan, Igo Kleden dan I Gusti Ngurah Dibia, serta penasihat J2PS Umar Ibnu Alkhatab diterima langsung Direktur Eco Bali Ketut Mertaadi dan Site Operational Manager of Eco Bali Ni Made Dwi Septiantari di ruangan rapatnya.

“Kami ingin tahu lebih gamblang pemaparan tentang proses pengolahan sampah di Eco Bali dan bagaimana caranya menjadikan sampah ini sehingga memiliki nilai ekonomi,” tandas Apollo.

Ketut Mertaadi dalam penjelasannya menuturkan, Eco Bali Recycling merupakan perusahaan yang berdiri sejak 2006 dan berfokus pada pengolahan sampah anorganik yang cakupan area operasionalnya di 4 kabupaten/kota yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) terdiri dari 25 kecamatan dan 86 desa.

Rombongan J2PS saat berada di Bali Waste Cycle (BWC). (Foto: Ist)
Rombongan J2PS saat berada di Bali Waste Cycle (BWC). (Foto: Ist)

“Sampah anorganik memberikan beban pada alam karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Seiring berjalannya waktu, ini merupakan sebuah keharusan untuk berubah. Sejak 2006 hingga kini kami sudah mengelola total sampah anorganik sebanyak 6.677.631 kg. Sedangkan dari Januari hingga September 2022 sebanyak 821.070 kg dan sampah yang masuk setiap harinya 4,5 hingga 5 ton,” terangnya.

Ia menjelaskan visi Eco Bali adalah untuk memungkinkan semua orang menuju gaya hidup tanpa limbah. Di tempat ini ia mempunyai Material Recovery Facility (MRF) dan bekerja sama dengan produsen untuk mencari solusi pengolahan sampah. Ini menurutnya sebagai jawaban atas urgensi masalah pengelolaan sampah di Pulau Bali.

Di samping jasa sampah, Eco Bali Recycling juga mendampingi 300 TPS3R, membeli produk dari 200 Bank Sampah, 56 sektor informal, 1.600 lebih pelanggan jasa sampah dan jasa edukasi pembuatan pupuk organik di rumah-rumah penduduk.

“Misi kami adalah untuk mempromosikan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, menciptakan pengetahuan hijau dan produk ramah lingkungan untuk mencapai nol limbah. Kami membina bank sampah, membina TPS3R dan menjadi off taker (pengambil sampah-red),” tegas Mertaadi sembari menunjukkan contoh-contoh sampah anorganik yang dikumpulkan selanjutnya dikirim ke pabrik untuk dijadikan beragam barang-barang perabot rumah tangga.

Program lain yang ditangani Eco Bali Recycling antara lain jasa sampah yang terpilah di sumber, komposting unit rumah tangga dan bisnis, dan Rumah Pemulihan Sampah (RPM) Anorganik.

“Apa yang kami kerjakan ini sesuai implementasi Pergub Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan sampah berbasis sumber,” bebernya. Pihaknya fokus memaksimalkan daur ulang, mengurangi jumlah sampah ke TPA dan mempromosikan pengomposan.

BACA JUGA:  Wali Kota Denpasar Apresiasi Bantaran Sungai Ayung Jadi Wahana Edukasi Alam