CILACAP,MENITINI.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi tahap II yang dipusatkan di Cilacap, Rabu (29/4). Agenda ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri berbasis nilai tambah di berbagai sektor strategis.
Pelaksanaan proyek dilakukan secara serentak di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap yang dikelola oleh Pertamina, sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan tangki operasional untuk penyimpanan bahan bakar minyak di beberapa wilayah, seperti Palaran di Kalimantan Timur, Biak di Papua, serta Maumere di Nusa Tenggara Timur.
Di sektor industri logam, hilirisasi diwujudkan melalui pengembangan fasilitas manufaktur baja berbasis nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Selain itu, produksi slab baja karbon akan dikembangkan di Cilegon, Banten, dengan melibatkan Krakatau Steel.
Penguatan sektor konstruksi juga menjadi bagian dari program ini. Pemerintah mendorong pembangunan ekosistem produksi aspal Buton di Karawang, Jawa Barat, guna memenuhi kebutuhan material infrastruktur dalam negeri.
Sementara di sektor energi alternatif, proyek pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) akan dikembangkan di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Program hilirisasi juga mencakup pengolahan logam mulia seperti tembaga dan emas di Gresik, Jawa Timur.
Di bidang perkebunan, pengembangan industri turunan kelapa sawit dilakukan di Sei Mangkei, Sumatera Utara, yang akan menghasilkan produk oleofood dan biodiesel. Selain itu, hilirisasi komoditas pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah turut masuk dalam daftar proyek.
Pemerintah juga mengembangkan fasilitas terpadu berbasis kelapa yang menghasilkan produk seperti MCT, tepung kelapa, hingga arang aktif sebagai bagian dari upaya diversifikasi produk berbasis sumber daya alam.
Melalui proyek hilirisasi tahap II ini, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah komoditas dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global. (M-011)
- Editor: Daton









