Pekan Pencegahan Kanker Serviks: Bentuk Support Sesama Wanita

DENPASAR, MENITINI.COM – Kanker serviks masih menjadi bagian dari penyakit pembunuh terbesar dari populasi wanita di dunia. Walaupun menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) setiap tahun peringkat kematian akibat kanker serviks terus menurun, nyatanya tidak dibarengi dengan upaya pencegahan dan deteksi yang maksimal pada populasi wanita. Kedua upaya ini tidak hanya penting bagi wanita yang memiliki resiko tinggi baik dari segi genetik maupun seksual.

Mengapa hari ini kita membahas kanker serviks pada wanita?

Sepanjang 17-23 Januari setiap tahun, dicanangkan sebagai Pekan Pencegahan Kanker Serviks (Cervical Cancer Prevention Week). Mungkin hal ini masih jarang terdengar bagi kita masyarakat di Indonesia. Hal ini karena pemahaman terhadap pencegahan sebagai salah satu upaya terapi masih sangat rendah bahkan dipandang mahal di Indonesia.

Kembali lagi pada Pekan Pencegahan Kanker Serviks. Momen ini merupakan rangkaian acara perantara menjelang Hari Kanker Sedunia yang akan diperingati pada 4 Februari. Pekan ini digunakan sebagai sarana penyebaran informasi dan kepedulian screening bagi wanita. Menurut penelitian, hanya satu dari tiga wanita yang menyadari pentingnya deteksi dini pada kanker serviks. Fakta yang cukup ironis dibanding dengan angka mortalitasnya yang cukup tinggi. Sebelum melangkah lebih jauh, mari mengenal sedikit mengenai kanker serviks pada wanita.

Apa sih kanker serviks itu?

Serviks merupakan pintu masuk atau bagian terluar yang membagi vagina dan uterus (rahim). Karena bentuknya yang menyempit, sering kali disebut sebagai leher dari rahim sehingga muncullah istilah kanker leher rahim. Kejadian kanker disebabkan adanya pertumbuhan atau perubahan sel yang tidak normal pada serviks. Secara garis besar, tipe kanker serviks dibagi menjadi dua menurut sel pembentuknya:

  • Karsinoma sel skuamous (Squamous cell carcinoma)

    terbentuk dari sel lapisan atas dari vagina yang melapisi bagian luar dari serviks itu sendiri.

  • Adenokarsinoma (Adenocarcinoma)

    terbentuk dari sel yang ada di sepanjang kanal serviks.

Mengapa bisa terjadi kanker serviks pada wanita?

Seperti pada umumnya, kanker terjadi akibat perubahan yang tidak normal pada sel-sel tubuh. Pada kasus kanker serviks, terdapat mutasi DNA pada sel yang sehat. Mutasi ini memerintahkan pertumbuhan yang cepat tanpa terkontrol diikuti penumpukan sel abnormal yang kita kenal dengan tumor. Tumor dapat berkembang menjadi suatu keganasan atau sel kanker di kemudian hari. Hingga kini belum jelas apa penyebab pasti dari kanker serviks, namun HPV (Human Papilloma Virus) masih sebagai pemain utama selain dari gen kanker, aktivitas seksual dan gaya hidup.

Apa saja faktor resiko kanker serviks?

Terlahir sebagai wanita tentu saja resiko utamanya. Eitss, tapi resiko ini juga berlaku pada transpuan dan orang dengan kondisi khusus assigned gender saat lahir. Apa lagi?

  • Partner seksual multipel
  • Aktivitas seksual usia dini
  • Riwayat penyakit menular seksual (STD) berulang
  • Kondisi imun yang lemah
  • Perokok
  • Paparan pada radiasi
  • Riwayat kanker pada keluarga

Bagaimana kita dapat terlibat dalam Pekan Pencegahan Kanker Serviks?

Jangan lupa, sebelum kita berbagi pada orang lain, tentunya harus kita mulai dari diri sendiri. Cara kita terlibat sebenarnya sederhana. Berdasar aktivitas seksual dapat kita bagi menjadi:

  • Tidak aktif seksual

Lakukan screening terutama jika pada keluarga terdapat riwayat kanker. Terdapat marker khusus yang menjadi penanda gen kanker. Lebih lanjut bisa Anda konsultasikan pada dokter atau pelayanan kesehatan terdekat. Selain itu, jangan lupa proaktif tanyakan mengenai program vaksinasi HPV. Walau Anda tidak aktif secara seksual, tidak ada salahnya kan melindungi diri sendiri?

  • Aktif seksual

Screening bagi Anda yang aktif seksual berupa Pap Smear. Tes yang ditemukan oleh Papanicolaou ini berfungsi mendeteksi lesi abnormal pada serviks. Rekomendasi pengulangan 1-5 tahun sekali. Tidak berhenti disitu, tanyakan juga rekomendasi vaksin HPV yang sesuai untuk Anda. Jangan lupa, harus sekata dengan praktek seksual yang sehat. Ingat, transmisi penyakit seksual apapun sifatnya dua arah. Jadi, periksakan diri Anda dan pasangan secara berkala ya! Tentunya Anda ingin menua bersama pasangan Anda, bukan?

Beberapa metode umum yang dapat Anda lakukan adalah membagikan ilmu dan kesadaran pada orang terdekat Anda. Ingatlah fakta bahwa dari 3 wanita terdapat 1 yang meninggal akibat kanker serviks. Sebagian besar dari Anda pasti aktif di media sosial, terapkan cara-cara berikut untuk membantu sesama:

  • Mulailah post, tagar, infografis atau diskusi sederhana seputar kanker serviks.
  • Bagikan pengetahuan dan pengalaman Anda seputar kesehatan seksual secara umum terlebih dahulu, yang pasti dengan cara non-judgemental ya.
  • Jika Anda sudah pernah screening atau mendapat vaksin HPV, sebarkan informasi seputar lokasi, biaya dan manfaat yang Anda dapat. Tidak semua orang beruntung dapat mengakses informasi seputar screening dan vaksin secara mudah lho.
  • Merasa minder atau malu karena harus bergerak sendiri? Tenang! Banyak sekali support group yang membagikan tips mengenai kesehatan seksual dan kanker serviks. Anda bisa mulai menggali informasi dan bergerak bersama mereka.

Mudah bukan? Mari kita rayakan pekan ini dengan berbagi kepedulian untuk pencegahan kanker serviks. Sebaik-baiknya pengobatan, lebih baik mencegah. Dengan komitmen Women support women, yuk bisa yuk sehat bersama! (M-010)

BACA JUGA:  Masih Dirawat, Bali Kesulitan Konfirmasi Kontak Erat Pasien dengan Warga Selama di Bali

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*