Inflasi Bali Melandai di November 2022

Bupati Jembrana I Nengah Tamba membagikan 2000 bibit tanaman cabai per desa/kelurahan se-kabupaten Jembrana sebagai salah satu upaya menstabilkan harga komoditas pangan dan mengendalikan inflasi imbas kenaikan harga BBM bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa (4/10/2022).
Bupati Jembrana I Nengah Tamba membagikan 2000 bibit tanaman cabai per desa/kelurahan se-kabupaten Jembrana sebagai salah satu upaya menstabilkan harga komoditas pangan dan mengendalikan inflasi imbas kenaikan harga BBM bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa (4/10/2022). (Foto: M-011)

Pada Desember 2022, sesuai dengan pola historisnya, tekanan inflasi di Provinsi Bali perlu diwaspadai. Terjadinya peningkatan jumlah wisatawan yang berlibur pada akhir tahun, peningkatan intensitas upacara keagamaan turut mempengaruhi inflasi bulan Desember.  Demikian pula penurunan produksi padi dan komoditas hortikultura (bawang merah, cabai, tomat) seiring dengan berakhirnya musim panen, serta kenaikan harga pupuk non subsidi mempengaruhi inflasi Volatile Food.  

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang, Pastikan Stok Beras Aman

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali senantiasa melakukan koordinasi dalam rangka pemantauan harga dan ketersediaan pasokan. Di samping itu, penyelenggaraan operasi pasar yang lebih intensif juga akan terus dilakukan. Peningkatan Kerja sama Antar Daerah (KAD) terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan. Lebih lanjut, peningkatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk komoditas beras, serta pemanfaatan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) APBD untuk program pengendalian inflasi di Provinsi Bali juga akan dilanjutkan. M-006

BACA JUGA:  Event Lari Wondr Kemala Run 2026 Dorong Perputaran Ekonomi hingga Rp140 Miliar
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top