JAKARTA,MENITINI.COM – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, terus bertambah. Hingga Selasa (28/4) pagi, tercatat 14 orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyebutkan data terbaru per pukul 08.45 WIB menunjukkan adanya penambahan jumlah korban jiwa. Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan pihaknya menerima 10 kantong jenazah yang saat ini masih dalam tahap identifikasi oleh tim forensik.
“Betul, ada 10 kantong jenazah yang kami terima di RS Polri,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, seluruh jenazah tengah menjalani proses identifikasi guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Kantong jenazah mulai tiba di RS Polri sejak Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem agar hasilnya akurat. Hingga kini, belum ada identitas korban yang diumumkan karena proses masih berlangsung.
Pihak RS Polri mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk menunggu hasil resmi identifikasi guna menghindari kekeliruan.








