Abraham Samad Penuhi Panggilan Polda Metro, Singgung Kriminalisasi dan Ancaman Demokrasi

Abraham Samad memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (13/8/2025). (Foto: Antara)
Abraham Samad memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (13/8/2025). (Foto: Antara)

JAKARTA,MENITINI.COM-Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015, Abraham Samad, hadir memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Rabu (13/8/2025). Ia dimintai keterangan terkait laporan dugaan ijazah palsu Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Abraham menjelaskan, kedatangannya bukan hanya untuk memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga sebagai contoh bagi masyarakat bahwa setiap warga negara sama di hadapan hukum.

“Saya ingin memberi contoh bahwa kita akan patuh menghadapi berbagai panggilan yang sifatnya pro-justitia,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Menurut Abraham, pemanggilan ini berkaitan dengan aktivitasnya selama ini yang banyak membahas isu publik melalui diskusi dan edukasi.

BACA JUGA:  Kemnaker dan GoTo Perkuat Literasi Digital TKM Sektor Kuliner di Bandung

“Yaitu memberitakan dan menjadi forum diskusi untuk memberikan edukasi, pencerahan dan kritikan yang bersifat konstruktif agar supaya masyarakat paham tentang hak-hak dan kewajibannya. Itu yang saya lakukan,” katanya.

Ia menilai, jika kegiatan melalui siniar (podcast) dianggap memiliki unsur pidana, hal itu merupakan bentuk kriminalisasi sekaligus pembungkaman kebebasan berpendapat.

“Dan yang paling berbahaya lagi, bahwa pemanggilan saya ini adalah sebuah tujuan, proses, ingin mempersempit adanya ruang demokrasi. Ini mengancam demokrasi kita,” tegasnya.

Abraham menambahkan, persoalan ini bukan sekadar tentang dirinya, tetapi menyangkut masa depan demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Ia menegaskan, konten podcast-nya, Abraham Samad SPEAK UP, berisi edukasi dan diskusi, bukan hiburan kosong.

BACA JUGA:  Menaker Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

“Podcast saya bukanlah berisi konten-konten yang tidak berpendidikan atau konten-konten yang sifatnya entertain,” ujarnya.

Sebelumnya, Abraham telah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya.

“Insya Allah, saya akan datang dan saya duga ini adalah upaya untuk mengkriminalisasi saya dan membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi,” katanya.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Prabowo Minta Rosan Buka Data Positif Investasi ke Publik

JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, untuk menyampaikan secara terbuka kepada

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top