Volume Sampah Kiriman di Pantai Jerman Membengkak, Ratusan Ton Kayu Menutup Garis Pantai

Sampah kiriman di Pantai Jerman
Sampah kiriman di Pantai Jerman. (Foto: Istimewa)

BADUNG,MENITINI.COM – Lonjakan volume sampah kiriman kembali menghantam pesisir selatan Bali. Pantai Jerman, Badung, mengalami penumpukan sampah dalam skala tak biasa sejak Sabtu (17/1), dengan dominasi material kayu berukuran besar yang menutupi ratusan meter garis pantai.

Sampah yang menepi bukan sekadar plastik ringan, melainkan gelondongan kayu, batang bambu, hingga akar pohon berukuran masif. Kondisi ini membuat pemandangan pantai berubah drastis dan memicu status darurat kebersihan.

Besarnya volume sampah kiriman ini juga dikonfirmasi Pemerintah Kabupaten Badung. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung memperkirakan total sampah kayu yang menepi di Pantai Jerman mencapai sekitar 200 ton, setara dengan 80 hingga 100 truk pengangkut sampah.

BACA JUGA:  TPA Bengkala Overload, Wabup Buleleng Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Plt Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi, menyatakan ketebalan sampah kali ini nyaris menyamai kondisi ekstrem yang biasa terjadi di Pantai Kuta. “Ini anomali, karena Pantai Jerman biasanya tidak setebal itu. Dominasi kayu berat membuat volume sampah sangat besar dalam waktu singkat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Percepatan Proyek PSEL, Pemerintah Serahkan Dokumen Kesiapan Daerah ke Danantara

Penanganan di lapangan menghadapi tantangan serius. Ukuran dan bobot kayu membuat pembersihan manual nyaris mustahil, sementara gelombang laut yang masih tinggi terus mendorong material baru ke daratan. Selain itu, keberadaan infrastruktur pantai seperti pipa pengisian pasir membatasi ruang gerak alat berat.

Iklan

BERITA TERKINI

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus

Wamenkes Dorong Percepatan Program Penanggulangan TB

JAKARTA,MENITINI.COM –  Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan pentingnya percepatan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui langkah yang lebih terukur, kolaboratif, dan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top