Trump Meyakini Covid-19 Pertama Kali Menyebar dari Laboratorium Wuhan

Direktur Laboratorium Wuhan Yuan Zhiming menampik bahkan menyebut mustahil penyebaran virus corona dari laboratoriumnya.

BALI, MENITINI.COM Pemerintahan Presiden Donald Trump meyakini bahwa virus corona pertama kali menyebar dari sebuah laboratorium di Wuhan.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mengatakan AS tengah melakukan penyelidikan penuh terkait bagaimana virus corona bisa menyebar ke seluruh dunia pertama kali.

Tak hanya pemerintah AS, sejumlah media Negeri Paman Sam, seperti the Washington Post dan Fox News juga merilis laporan terkait tuduhan serupa.

Kedua media itu mengutip sejumlah sumber yang menyuarakan kekhawatiran bahwa virus corona mungkin muncul secara tidak sengaja dari Laboratorium Institut Virologi Wuhan. Berita terkait

Tudingan ini muncul ketika China dianggap tidak transparan dalam melaporkan perkembangan penyebaran virus corona di dalam negeri. Di awal wabah corona menyebar, China dianggap tidak transparan mengenai penjelasan kronologi kemunculan hingga penyebaran pandemi tersebut.

BACA JUGA:  Pusat Ganjal Perda Desa Adat, DPRD Bali Datangi Kemendagri

Pihak berwenang China dianggap berupaya menutupi kemunculan wabah corona setelah sejumlah dokter di Wuhan dijatuhkan sanksi setelah mencoba memperingatkan publik terkait ancaman virus tersebut.

Insiden itu terjadi di awal penyebaran virus corona di Wuhan sekitar Desember 2019 lalu. Salah satu dokter tersebut, Li Wenliang, bahkan meninggal dunia setelah tertular dari pasien corona yang ia rawat.

Pekan ini, transparansi China kian dipertanyakan setelah pihak berwenang Kota Wuhan mengakui keliru menghitung jumlah kematian corona di wilayahnya. Setelah merevisi data, jumlah kematian virus corona di Wuhan melonjak drastis hingga 50 persen.

Pihak berwenang Wuhan beralasan staf medis yang kewalahan sehingga memicu banyak kasus kematian corona yang terlambat dilaporkan. poll

BACA JUGA:  Tragis! Pertikaian Dua Kelompok Warga di Sorong, Belasan Orang Meninggal Dunia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*