DENPASAR,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LHBPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi keberhasilan pengelolaan lingkungan di kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Kota Denpasar. Menurutnya, model pelestarian sungai yang dikembangkan masyarakat setempat melalui pendekatan kearifan lokal layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Jumhur saat melakukan kunjungan kerja ke Tukad Bindu, Selasa (9/6). Dalam kunjungan itu, ia bersama jajaran Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penanaman sejumlah pohon langka, seperti cendana, gaharu, dan pala, serta berdialog dengan komunitas peduli lingkungan yang aktif menjaga kawasan sungai tersebut.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, sejumlah pejabat Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali I Made Dwi Arbani, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, serta unsur terkait lainnya.
Jumhur mengatakan Indonesia memiliki kekayaan kearifan lokal yang dapat menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat di Tukad Bindu menunjukkan bahwa partisipasi warga mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga ekosistem sungai secara berkelanjutan.
“Model seperti ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat,” ujar Jumhur.
Ia menilai keberhasilan Tukad Bindu merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai tidak hanya mampu menjaga fungsi ekologis sungai, tetapi juga memperkuat nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Tukad Bindu yang telah berhasil membangun partisipasi masyarakat melalui pendekatan local wisdom dalam tata kelola lingkungan, khususnya pengelolaan sungai. Upaya ini tidak hanya menjaga fungsi ekologis sungai, tetapi juga memperkuat nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Lebih lanjut, Jumhur menegaskan praktik baik yang diterapkan di Tukad Bindu memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai daerah. Pemerintah pusat, kata dia, akan terus mendorong lahirnya inisiatif serupa guna memperkuat pengelolaan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Apa yang dilakukan di Tukad Bindu dapat diadopsi dan direplikasi oleh berbagai daerah sebagai contoh tata kelola sungai yang berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal. Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif serupa agar pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Kota Denpasar. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi motivasi bagi daerah untuk terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan bersama masyarakat.
Jaya Negara juga mengapresiasi kesediaan Menteri LH mendengarkan langsung berbagai masukan dari komunitas peduli lingkungan di Denpasar. Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan tata kelola lingkungan di Kota Denpasar.
“Kami sangat mengapresiasi Pak Menteri sudah berkenan menerima usulan, saran, dan masukan dari komunitas peduli lingkungan di Kota Denpasar. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai program pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Jaya Negara.









