Rantai Distribusi yang Panjang, Pemprov Bali tidak Jamin Harga Migor Sesuai HET

minyak goreng
Ilustrasi minyak goreng (Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov)


DENPASAR, MENITINI.COM-Pemprov Bali tidak bisa menjamin harga minyak goreng yang dijual di seluruh wilayah Bali itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali Wayan Jarta saat dikonfirmasi, Sabtu (12/3/2022).

Jarta mengatakan, untuk mendatangkan stok minyak goreng pemerintah bisa melakukan intervensi. Namun soal harga, sampai saat ini masih belum bisa diintervensi. HET minyak goreng kemasan berisi 2 liter di Bali bila sesuai aturan akan dijual perliter sebanyak Rp 11.500. Namun faktanya tidaklah demikian. “Kita hanya bisa melakukan operasi pasar. Operasi pasar ini mau sampai kapan. Harga tetap saja mengikuti alur distribusi. Ini berlaku hukum ekonomi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ekonomi Bali Sangat Bergantung pada Pariwisata, Kontribusi Capai 66 Persen


Menurut Jarta, salah satu penyebab para distributor dan pengecer menjual di atas HET adalah rantai distribusi yang terlalu panjang. Rantai distribusi yang terlalu panjang ini akan memakan biaya dan seterusnya. Biaya inilah yang dibebankan ke setiap satuan liter minyak goreng. “Para distributor tidak mau rugi. Dan kita semua tunduk kepada hukum pasar tersebut. Siapa juga yang mau rugi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh ≥5,5 Persen, Konsumsi Jadi Penopang Utama
Iklan

BERITA TERKINI

Pelepasan 2.000 ASN mengikuti pelaithan Komcad di Monas, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dua Ribu ASN Resmi Ikuti Pelatihan Komcad

JAKARTA,MENITINI.COM – Sebanyak 2.000 aparatur sipil negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga resmi memulai pelatihan sebagai komponen cadangan (Komcad) dalam sebuah program yang tidak

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top