Sabtu, 18 Mei, 2024

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, mewakili Kelurahan Tanjung Benoa untuk berbicara di tingkat internasional. (Istimewea)

BADUNG,MENITINI.COM-Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, menjadi salah satu komunitas pesisir, yang diundang The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (UNESCO-IOC) sebagai wakil dari Komunitas Siaga Tsunami di Indonesia.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, mewakili Kelurahan Tanjung Benoa berbicara di tingkat internasional.

Tepatnya pada Konferensi Dekade Kelautan 2024 di kota pesisir Barcelona, Spanyol, yang digelar tanggal 10-12 April 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud perayaan atas pencapaian selama tiga tahun setelah dimulainya Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (2021-2030).

Konferensi yang diselenggarakan di Barcelona International Convention Centre (CCIB) ini, mempertemukan berbagai komunitas pesisir dunia dan para praktisi kelautan untuk menetapkan prioritas bersama untuk masa depan kelautan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Ini Tips Mudik Aman dan Nyaman dari Polri

Pada kegiatan Coastal Cities and Communities Joining Tsunami Ready at the 2024 Ocean Decade Conference ini, Deddy Sumantra membawakan materi terkait implementasi 12 indikator UNESCO-IOC Tsunami Ready di Tanjung Benoa.

Konferensi ini, dihadiri oleh para praktisi bidang kebencanaan khususnya tsunami di Indonesia, diantaranya Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati didampingi oleh Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Suci Dewi Anugrah.

“Saya sangat bersyukur dan bangga dipercaya mewakili seluruh komunitas yang ada di Indonesia. Bahkan mewilayahi belahan Negara Samudera Hindia,” kata Deddy Sumantra, Jumat 12 April 2024.

Lebih lanjut dikatakannya, Kelurahan Tanjung Benoa selama ini telah berhasil mengimplementasikan 12 indikator UNESCO-IOC Tsunami Ready, dalam upaya meminimalisir dampak jika bahaya tsunami terjadi di wilayah Tanjung Benoa.

BACA JUGA:  Gempa Bumi Tektonik M6,0 di Laut Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

Kerja keras tim FPRB Tanjung Benoa selama ini membuahkan hasil dengan diakuinya Kelurahan Tanjung Benoa sebagai Komunitas Siaga Tsunami oleh National Tsunami Ready Board dan UNESCO-IOC pada tahun 2021.

Hal ini sekaligus menjadikan Kelurahan Tanjung Benoa sebagai Tsunami Ready Community pertama di Indonesia.

Dengan capaian yang telah diraih, pihaknya  menyampaikan terimakasih kepada Bupati dan  Wakil Bupati Badung, Sekda Badung, Ketua DPRD Badung,  Kalaksa BPBD Badung, Camat Kuta Selatan, dan Lurah Tanjung Benoa dan semua pihak yang telah bekerjasama mendukung upaya yang dilakukan.   

Termasuk seluruh tim FPRB Tanjung Benoa yang selalu siap siaga menjaga Tanjung Benoa. (M-003)

  • Editor: Daton