Ekonomi Bali Sangat Bergantung pada Pariwisata, Kontribusi Capai 66 Persen

Gubernur Bali Wayan Koster saat Raker dengan Komisi VII DPR RI dan Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Perhubungan, Rabu (8/4/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster saat Raker dengan Komisi VII DPR RI dan Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Perhubungan, Rabu (8/4/2026). (Tangkapan layar Kanal TV Parlemen)

JAKARTA,MENITINI.COM -Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa struktur perekonomian Pulau Dewata sangat bergantung pada sektor pariwisata. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan pada Rabu (8/4/2026).

Dalam pemaparannya, Koster mengungkapkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Bali mencapai 66 persen. Angka ini menunjukkan dominasi pariwisata sebagai penopang utama ekonomi daerah.

“Kontribusi pariwisata Bali terhadap perekonomian itu mencapai 66 persen. Jadi memang Bali ini ekonominya sudah sangat tergantung dengan pariwisata,” ujar Koster.

Ia juga memaparkan data kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025 yang mencapai 7,05 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 45,3 persen dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang mencapai 15 juta orang.

BACA JUGA:  Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Bali Dipimpin Setiawan Budi Cahyono

Dari sisi devisa, Bali juga memberikan kontribusi signifikan. Dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, total belanja wisatawan mancanegara di Bali mencapai Rp176 triliun. Sementara itu, devisa pariwisata nasional tercatat sebesar Rp319,9 triliun.

“Kemarin kami menghitung dengan BPS, pada tahun 2025 dengan kurs Rp16.500, jumlah uang yang dibelanjakan oleh wisatawan asing ke Bali itu mencapai Rp176 triliun, sedangkan nasional adalah Rp319,9 triliun,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Bali - Wali Kota Denpasar - Bupati Badung Tandatangani Kerja Sama PSEL Denpasar Raya

Namun demikian, Koster juga menyoroti adanya penurunan jumlah wisatawan domestik. Pada 2025, jumlah wisatawan domestik tercatat sebanyak 9,3 juta orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 9,6 juta orang.

Menurutnya, penurunan tersebut dipicu oleh tingginya harga tiket pesawat, yang berdampak pada minat masyarakat untuk bepergian ke Bali. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top