Adapun, dari sisi pengelola gedung, pemanfaatan teknologi LPR yang dikembangkan Centrepark bakal memberi nilai tambah lain. Misalnya, perekaman data yang lebih baik dan akurat, sehingga manajemen gedung bisa menganalisa tren traffic kendaraan, mengetahui data jenis kendaraan yang parkir, sampai dijadikan sarana promosi melalui program loyalty untuk meningkatkan pengalaman konsumen. Aneka manfaat ini bisa menjadi revenue stream baru bagi pengelola gedung, di mana manajemen bisa bekerja sama dengan perusahaan periklanan untuk program marketing.
Secara khusus, penggunaan LPR di pusar perbelanjaan, menurut Charles, akan dikembangkan menjadi sebagai sebuah sarana untuk menganalisa customer journey. “Fitur ini kami sebut sebagai shopping mall solution, di mana kami mengolah data dan membuat analisis mengenai pengalaman kunjungan konsumen, area yang paling banyak dikunjungi konsumen, hingga analisa data demografi dan emosi pengunjung.”
Inovasi yang ditawarkan Centrepark ini diharapkan bisa meningkatkan pengalaman parkir terbaik bagi masyarakat, sekaligus memberikan berbagai keuntungan bagi pengelola gedung. Sebagai sebuah perusahaan asli Indonesia, Centrepark akan terus melakukan inovasi untuk mendukung kemajuan industri perparkiran di Tanah Air. “Tak hanya di Indonesia, aneka inovasi dan layanan yang kami sediakan juga akan kami kembangkan ke negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara,” pungkas Charles. (M-011/rls)
- Editor: Daton
| Temukan dan ikuti Berita-berita Menitini di Google Berita |
Berita Lainnya:
- Meta Perkuat Perlindungan Remaja di Instagram dan Facebook, Hadirkan Pengaturan Konten Sesuai Usia
- Wamenkomdigi: Pengembangan AI di Indonesia Harus Berbasis Nilai Pancasila
- Muse Spark, Model AI Pertama MSL yang Dirancang Khusus dengan Fokus pada Manusia
- Ide Konten dengan Fitur Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Series yang Viral di Media Sosial
- Performa Flagship 2026: Galaxy S26 Unggul Jauh dari Pendahulunya









