DENPASAR,MENITINI.COM – Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 siap digelar pada 4-6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Sanur Bali. Ajang internasional yang mengusung sektor wellness dan beauty ini disebut-sebut menjadi salah satu expo terbesar di Asia Tenggara di bidangnya.
Hal tersebut disampaikan Co-Founder & Managing Director Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo, Diah Permana Tirtawati, dalam press conference yang berlangsung di Agoong Room 5, 6, dan 7, The Meru Sanur, Selasa (26/5/2026).
Diah menjelaskan, opening ceremony BWB Expo 2026 akan dilaksanakan pada 5 Juni 2026. Menurutnya, penyelenggaraan expo ini bertujuan menjadikan Bali sebagai platform internasional untuk sektor wellness dan beauty sekaligus memperkuat positioning Pulau Dewata sebagai destinasi wellness kelas dunia.
“Kalau dilihat, event ini sebenarnya terbesar di Asia Tenggara. Tujuannya ingin memperkuat positioning Bali sebagai destinasi wellness dunia karena Bali sangat kaya dengan budaya, spiritualitas, healing tradisional, hingga hospitality,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejak tahun 2000-an Bali sebenarnya sudah dikenal melalui spa, wellness retreat, hingga resort yang berkembang pesat. Namun, menurutnya, Bali belum secara penuh mendeklarasikan diri sebagai destinasi wellness dunia.
“Inilah momentum untuk tampil sehingga kita benar-benar bisa merealisasikan Bali sebagai wellness destination,” katanya.
Diah menambahkan, BWB Expo 2026 juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, industri, investor, akademisi, komunitas hingga pelaku usaha.
Menurutnya, Bali memiliki kekuatan besar di sektor wellness karena didukung budaya, pengobatan tradisional, hingga keramahan masyarakat yang telah dikenal dunia.
“Bahkan kita mengekspor tenaga kerja di bidang hospitality dan spa karena Bali terkenal dengan tangan-tangan ‘magic’ untuk massage serta keramahtamahannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, mengatakan wellness tourism menjadi bagian penting dari health tourism yang mencakup medical tourism dan wellness tourism.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki regulasi terkait penyelenggaraan kesehatan dan pelayanan kesehatan tradisional, di antaranya Perda Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2020 serta Pergub Bali Nomor 55 Tahun 2019.
“Aturan itu mengatur pelayanan kesehatan tradisional, termasuk penggunaan ramuan seperti boreh, lulur, loloh atau jamu, serta keterampilan tenaga kesehatan terintegrasi,” jelasnya.
Menurut Ida Ayu Indah, Bali perlu fokus mengembangkan potensi wellness tourism dibanding bersaing langsung di sektor medical tourism dengan negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, maupun Malaysia.
“Potensi Bali adalah wellness seperti yoga, retreat, meditasi, termasuk pengobatan kesehatan tradisional,” katanya.
Ia pun mengapresiasi langkah penyelenggara yang dinilai berani menghadirkan event internasional berbasis wellness secara holistik di Bali.
“Kami melihat Bali Wellness and Beauty Expo ini tidak hanya membawa kesejahteraan bagi UMKM, tetapi juga melestarikan kearifan lokal Bali terutama pengobatan kesehatan tradisional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ida Ayu Indah juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk menjaga tren kunjungan wisatawan ke Bali di tengah tantangan global.
“Mudah-mudahan kita tetap bisa menjaring wisatawan mancanegara melalui pasar seperti Korea Selatan, Jepang, atau Thailand,” tandasnya. (M-011)
- Editor: Daton









