JK: Jaman Saya Dulu keluar dari Pemerintahan, Baru Mencalonkan Diri sebagai Capres dan Cawapres

JAKARTA,MENITINI.COM-Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menyinggung terkait pejabat publik yang ikut kontestasi di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 namun tidak mundur dari pemerintahan. Dalam acara televisi “Manuver King Maker Jusuf Kalla di Pusaran Pilpres 2024,” itu, JK mengatakan seharusnya pejabat mundur dari jabatannya untuk menghindari konflik kepentingan.

Namun faktanya Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3, Mahfud MD, hingga kini masih menjabat Menko Polhukam dan Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan.

Dalam acara perbincangan dengan Karni Ilyas itu, JK menceritakan pengalamannya yang mundur dari Kabinet Gotong Royong jelang Pilpres 2004 bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu JK menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), sementara SBY menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

BACA JUGA:  Survei LSI Denny JA: Prabowo-Gibran 50,7 Persen, AMIN 22 Persen, Ganjar Mahfud 19,7 Persen

“Kalau zaman saya dulu 2004 bersama Pak SBY kita fair, keluar dulu dari pemerintahan, baru mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres,” ungkap politisi senior Partai Golkar itu.

Ia pun berharap langkahnya itu bisa ditiru Mahfud MD dan Prabowo Subianto. Sebab jika berkontestasi namun masih berada di kabinet, hal ini bisa menimbulkan ketidakharmonisan. “Jadi menurut saya, siapa yang jadi calon, keluar dulu dari pemerintahan bukan cuti,” pungkas JK.

  • Editor: Daton