BANYUWANGI,MENITINI.COM – Banyuwangi kembali menghadirkan agenda wisata yang memadukan olahraga dengan keindahan alam. Ijen Geopark Run 2026 akan digelar pada 23 Agustus 2026 di kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, menghadirkan pengalaman berlari di tengah panorama pegunungan sekaligus menikmati kekayaan budaya dan destinasi wisata unggulan di sekitar Gunung Ijen.
Ajang ini menjadi seri pembuka Geopark Run Series 2026–2027 yang selanjutnya akan berlangsung di kawasan geopark Minang, Ciletuh, dan Belitong. Konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada kompetisi lari, tetapi juga mendorong pengembangan sport tourism melalui promosi destinasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Geopark Run Series merupakan langkah nyata dalam mengembangkan pariwisata berbasis olahraga yang berkelanjutan.
“Geopark Run Series menghadirkan konsep yang mengintegrasikan olahraga lari, promosi destinasi geopark Indonesia, serta pemberdayaan masyarakat sekitar dengan semangat inklusivitas dan keberlanjutan. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat pengembangan sport tourism di Indonesia,” ujarnya saat peluncuran Geopark Run Series di Jakarta.
Selain menyuguhkan pengalaman berlari melintasi kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, penyelenggara juga akan menghadirkan pesta rakyat yang menampilkan kesenian tradisional serta kuliner khas Banyuwangi.
Peserta dapat memilih tiga kategori lomba, yakni 5K, 10K, dan 21K (Half Marathon) dengan titik start di Paltuding Camp, pintu masuk pendakian Kawah Ijen. Penjualan tiket dibuka dalam tiga tahap, mulai dari Super Early Bird, Early Bird, hingga harga normal, dengan harga mulai Rp150 ribu untuk kategori 5K.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan lebih dari 2.000 peserta mengikuti event tersebut. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, ajang ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berharap penyelenggaraan Ijen Geopark Run dapat semakin memperkenalkan geopark Indonesia ke dunia internasional.
“Semoga dengan dipilihnya Banyuwangi dalam rangkaian Geopark Run Series ini nanti bisa mempromosikan geopark-geopark yang ada di Indonesia ke kancah internasional,” kata Ipuk.
Sebagai daya tarik tambahan, penyelenggara menghadirkan Finisher Unity Passport yang akan diberi cap setiap kali peserta menyelesaikan satu seri Geopark Run. Sementara pelari yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian empat seri akan memperoleh Finisher Unity Medal, medali eksklusif yang terinspirasi dari World Marathon Majors Medal.
Wisata Sekitar Ijen yang Layak Dikunjungi
Tak hanya menawarkan pengalaman berlari, kawasan Ijen juga menyimpan beragam destinasi wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga setelah mengikuti lomba.
Salah satunya adalah Desa Wisata Osing Kemiren di Kecamatan Glagah. Desa ini menjadi pusat pelestarian budaya Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi. Wisatawan dapat melihat rumah adat Osing, menikmati kuliner khas seperti pecel pithik dan kopi Osing, hingga menyaksikan pertunjukan Tari Gandrung, Barong Osing, maupun musik Gedhogan. Berbagai paket wisata edukasi seperti membatik, mengolah kopi, hingga belajar tari tradisional juga tersedia bagi pengunjung.
Destinasi lainnya adalah Air Terjun Kalibendo yang berada di kawasan Agrowisata Kalibendo, Desa Kampung Anyar. Dikelilingi perkebunan kopi, karet, dan cengkeh di kaki Gunung Ijen, air terjun ini menawarkan udara pegunungan yang sejuk serta aliran air yang jernih. Dari kawasan Paltuding, lokasi ini dapat ditempuh sekitar 25–35 menit menggunakan kendaraan, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sekitar 10–15 menit melewati jalur perkebunan. Wisatawan dapat menikmati panorama alam, bermain air, bersantai di gazebo, maupun berburu foto di kawasan tersebut.
Bagi yang ingin memulihkan stamina setelah berlari, Pemandian Air Panas Banyu Kuwung di Kecamatan Licin menjadi pilihan menarik. Berjarak sekitar 15–20 menit dari Paltuding, kawasan wisata ini menawarkan kolam air panas alami yang bersumber dari kawasan Gunung Ijen. Selain berendam, pengunjung juga dapat menikmati suasana pedesaan, bersantai di gazebo, mencicipi kuliner lokal, hingga berkemah di area camping ground yang tersedia.
Dengan perpaduan olahraga, panorama alam, budaya, serta beragam pilihan wisata keluarga, Ijen Geopark Run 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda sport tourism unggulan nasional. Kehadiran event ini tidak hanya memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari, tetapi juga memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.











