Hotel di Bali Mulai Transisi Energi Bersih, Tekan Emisi Karbon hingga 146 Ribu Kg per Tahun

Instalasi panel surya pertama di properti Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia, sebagai komitmen praktik bisnis berkelanjutan.
Instalasi panel surya pertama di properti Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia, sebagai komitmen praktik bisnis berkelanjutan.

BADUNG,MENITINI.COM – Upaya transisi energi bersih di sektor pariwisata terus menunjukkan perkembangan. Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road resmi memulai penggunaan energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 134,42 kWp.

Langkah ini menjadikan hotel tersebut sebagai salah satu properti dalam jaringan Marriott International di Indonesia yang mulai mengoperasikan PLTS, sekaligus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan di industri perhotelan.

Proyek yang bekerja sama dengan Greenvolt Power Indonesia ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 146.923 kilogram karbon dioksida per tahun. Angka tersebut setara dengan daya serap karbon oleh sekitar 3.787 pohon.

Inisiatif ini menjadi bagian dari program keberlanjutan global Marriott, Serve 360, yang menekankan penggunaan energi secara bertanggung jawab, pengurangan emisi, serta percepatan adopsi energi terbarukan.

BACA JUGA:  Kementerian Lingkungan Hidup Buka Usulan Calon Penerima Penghargaan Kalpataru 2026

General Manager hotel, Eric Gozal, menyebut adopsi energi surya sebagai langkah penting dalam mengurangi jejak lingkungan operasional hotel.

“Sejalan dengan berbagai inisiatif ramah lingkungan yang telah kami lakukan, seperti penghapusan plastik sekali pakai, adopsi energi surya menjadi langkah penting dalam mengelola energi sekaligus menekan dampak lingkungan,” ujarnya dalam peresmian operasional di Bali, Selasa (21/4).

Selain mengurangi emisi, penggunaan energi terbarukan juga dinilai menjadi kebutuhan strategis bagi industri perhotelan yang memiliki konsumsi energi tinggi. Hal ini sejalan dengan tren global yang menuntut praktik bisnis lebih berkelanjutan.

Head of Operations Greenvolt Power Indonesia, Fanny Susanti, mengatakan transisi energi kini tidak lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari strategi menjaga ketahanan bisnis jangka panjang.

BACA JUGA:  No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil

“Dengan dukungan teknologi dan pembiayaan global, kami dapat membantu pelaku usaha mengadopsi energi terbarukan secara lebih mudah, termasuk melalui skema tanpa investasi awal maupun tanpa biaya operasional tambahan,” jelasnya.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku industri perhotelan di Indonesia untuk beralih ke energi bersih, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pengurangan emisi gas rumah kaca. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

ITDC Salurkan Bantuan Tong Sampah di Pura Agung Besakih

ITDC Salurkan Bantuan Tong Sampah di Pura Agung Besakih

DENPASAR,MENITINI.COM – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan ini menyalurkan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top