Gandeng BWC, SAS Berawa Gelar Beach Clean Up di Pantai Batu Belig

Tim Bali Waste Cycle (BWC) bersama Smart Advisory Solutions (SAS) menggelar aksi bersih-bersih pantai (beach clean up) di Pantai Batu Belig, Badung, Jumat (26/6/2026
Tim Bali Waste Cycle (BWC) bersama Smart Advisory Solutions (SAS) menggelar aksi bersih-bersih pantai (beach clean up) di Pantai Batu Belig, Badung, Jumat (26/6/2026. (Foto: M-012)

BADUNG, MENITINI.COM – Smart Advisory Solutions (SAS) Bersama Bali Waste Cycle (BWC) turun langsung dalam kegiatan beach clean up atau bersih-bersih di Pantai Batu Belig, Jumat (26/6/2026). Acara dilangsungkan dalam rangka menyambut World Ocean Day 2026. Agenda ini dicanangkan akan jadi kegiatan rutin karyawan SAS setiap beberapa bulan sekali.

Dari hasil kegiatan tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 40,3 kilogram sampah organik, 22,83 kilogram sampah residu, serta 4,74 kilogram sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang. Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diangkut dengan dukungan dari Bali Waste Cycle sebagai mitra pengelolaan sampah dalam kegiatan ini.

“Didominasi oleh sampah organik kering seperti daun, ranting, serta sisa makanan seperti jagung bakar. Untuk anorganik yang bisa didaur ulang didominasi oleh botol dan tutupnya. Terakhir untuk residu banyak ditemui berupa puntung rokok, tisu, bungkus makanan atau multilayer plastic dan juga sedotan. Dari hasil hari ini, hanya sebanyak 4,74 kilogram sampah yang masih memungkinkan untuk diproses kembali sebagai material daur ulang,” rinci Sofie selaku perwakilan dari Bali Waste Cycle.

Menurutnya, temuan ini sekaligus menegaskan karakteristik khas sampah yang berasal dari Beach Clean Up, yang mana sebagian besarnya merupakan material yang telah lama berada di lingkungan Pantai sehingga menyebabkan tingkat degradasi tinggi, kontaminasi antar-material, serta penurunan kualitas bahan.

BACA JUGA:  Indonesia Dorong Pengurangan Food Waste untuk Tekan Emisi Metana di Forum Iklim London

“Kondisi Pantai sebenarnya sudah cukup bersih. Namun setelah dilihat lebih detail, justru banyak sampah-sampah yang tertimbun oleh pasir. Menandakan bahwa sampah-sampah ini merupakan material yang sejak lama sudah tertimbun disini,” tuturnya.

Aksi tersebut melibatkan total 38 karyawan SAS baik yang berasal dari Indonesia maupun Perancis yang bersama-sama membersihkan area pantai dari berbagai jenis sampah yang terbawa arus laut maupun aktivitas di sekitar kawasan pesisir. Selain menciptakan kawasan yang lebih bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah dan keberlanjutan lingkungan.

“Sebelum terjun, fasilitator dari BWC menjelaskan terkait pengelompokan sampah berdasarkan jenisnya yakni anorganik, organik kering, dan residu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian sarung tangan karet dan karung untuk pengumpulan sampahnya,” tambah Sofie.

Menanggapi jalannya acara, Co-Founder & President Director SAS, Gregoire Morlaes-Dusautoir mengapresiasi jalannya agenda ini. Melihat perubahan kondisi pantai setelah dibersihkan, dia menyebutkan bahwa setiap tindakan kecil benar-benar bisa memberi dampak nyata.

“Rasanya sangat memuaskan melihat perubahan yang terjadi. Dalam waktu kurang lebih 90 menit, area yang awalnya dipenuhi sampah menjadi jauh lebih bersih setelahnya. Momen itu menjadi bukti bahwa setiap tindakan kecil benar-benar bisa memberi dampak nyata,” ujarnya.

BACA JUGA:  Warga Bali Wajib Pilah Sampah 100 Persen Mulai 1 Juli: Seberapa Siap Kita?

Menurutnya, pergerakan banyak orang bersama-sama benar-benar memberikan dampak yang luar biasa. Sehingga agenda ini dicanangkan akan jadi kegiatan rutin karyawan SAS setiap beberapa bulan sekali kedepannya.

Tidak ketinggalan, AOS Manager SAS, Felix Bourgue menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan kali ini. Menurutnya, selain dapat berkontribusi dalam membersihkan lingkungan pantai, agenda ini juga menjadi ajang edukasi sekaligus penyegaran bagi karyawan.

Event yang menyenangkan, ya. Sebab selain mengumpulkan dan memilah sampah menjadi kategori organik, anorganik recycle dan residu, ini sekaligus melatih kerjasama antarkaryawan. Tidak terasa setelah berjalan bersama-sama sambil berdiskusi, kita berhasil mengumpulkan cukup banyak sampah,” tuturnya.

Dia menambahkan, menurutnya kegiatan ini juga menjadi wadah untuk penyegaran atau refresh bagi karyawan. Ditemani pemandangan indah pantai dan kesempatan membahas banyak hal dengan rekan selain terkait pekerjaan. M-012)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top