Selasa, 23 Juli, 2024

Ilustrasi Gantung Diri

AMBON, MENITINI.COM – Dalam tahun ini diperkirakan sudah sekian orang di Kota Ambon, entah anak muda maupun orang tua yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 

Hal ini juga terjadi pada seorang yang bernama Feldi Kipu, pemuda 20 tahun, warga Negeri Soya, Kota Ambon ini, nekat  mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Almarhum ditemukan dengan leher terikat tali arafia di Pohon Marong, Negeri Soya.

Feldy diduga bunuh diri pada, Rabu (22/11/2023) pukul 07.00 WIT, di wilayah RT 004/RW 002 Negeri Soya. Feldy nekat mengakhiri hidupnya menggunakan seutas tali arafia berwarna Hijau putih, pada cabang pohon Marong.

Menurut saksi Irawati Ohello (32), warga sekitar TKP mengaku awalnya, dia hendak buang air kecil sekira pukul 02.30 WIT. Irawati melihat korban sementara memotong tali jemuran miliknya.

BACA JUGA:  Seorang Ibu Berusia 23 Tahun di Ambon, Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Usai memtong tali, korban masuk ke kamarnya. Begitu pula dengan Irawati masuk kedalam kamarnya sendiri.

Selang beberapa menit, saksi mendengar keluarga korban mencari korban. Mereka teriak namanya, namun tidak ditemukan.

Sementara itu, salah satu warga Henci Titahena (47) menjelaskan sekitar pukul 07.00 WIT hendak pergi ke hutan untuk melakukan aktifitas. Tiba-tiba dikagetkan ketika melihat korban sudah tergantung dengan menggunakan seutas tali arafia yang melilit pada leher korban.

Saat melihat korban, saksi langsung memanggil mertuanya yang berada tak jauh dari TKP untuk melihat hal tersebut. Mereka lalu memanggil warga setempat untuk bersama-sama menurunkan korban.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, IPDA Janet Luhukay dan Personil Polsek Sirimau turun di TKP bersama Kapolsek. Dibantu warga, Polisi mengevakuasi jenazah korban ke rumah Leo Manusama untuk disemayamkan.

BACA JUGA:  Longsor Akibat Hujan Deras di Kota Ambon, 11 KK Mengungsi

“Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya karena urusan asmara antara korban dengan kekasihnya. Dari hasil pemeriksaan unit identifikasi tidak di temukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” ucap Janet.

Polisi juga Temukan bintik pecahan pada kelopak mata, keluarnya air mani pada kemaluan korban, kuku tangan membiru, di temukan bekas jeratan pada leher korban berbentuk horisontol dengan dua bekas Ikatan tali arafia.

Dari hasil koordinasi antara Ketua RT dengan Ibu korban, Keluarga telah mengikhlaskan kematiannya dan menolak untuk dilakukan visum luar maupum otopsi terhadap jenazah. (M-009)

  • Editor: Daton