logo-menitini

DLH Mataram Dorong Warga Kembangkan Maggot untuk Kurangi Sampah

Maggot
Maggot. (foto: ist)

MATARAM,MENITINI.COMDinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendorong warga kota itu mengembangkan maggot sebagai upaya mengurangi volume sampah basah dari rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pengembangan maggot juga sekaligus bisa menambah pendapatan keluarga.

“Untuk mendukung warga yang ingin mengembangkan maggot, kami siap memberikan pendampingan dan bibit atau pupa maggot untuk dikembangbiakkan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Rabu (3/8/2022).

Menurutnya budidaya maggot tidak terlalu sulit karena pupa tinggal dilepas pada satu wadah dan diberi makan dari dari sisa-sisa makanan atau sampah basah rumah tangga. “Selanjutnya, maggot akan berkembangbiak sendiri seperti yang sudah kami lakukan di Maggot Center Kebon Talo,” katanya.

BACA JUGA:  Warga Palang TPA Sente, Tagih Janji Penutupan Permanen per 31 Januari 2026

Menurut dia, Maggot Center Kebon Talo saat ini memiliki 20 bak atau wadah budidaya maggot. Satu bak berukuran 1×2 meter menghasilkan 30-40 kilogram maggot basah.

Maggot bisa dipanen 14 hari sekali, sebab jika lebih maggot akan menjadi induk atau pupa. Sementara, untuk pakan ternak seperti itik, ikan dan lainnya adalah yang masih berupa maggot basah ukuran sedang bukan pupa.

“Untuk sementara saat ini kita jual maggot basah dengan harga Rp 6.000-Rp 7.000 per kilogram. Jadi tinggal dikalikan saja satu bak kita panen sekitar 30-40 kilogram, dikalikan 20 bak,” katanya.

BACA JUGA:  Wabup Bagus Alit Dorong Teba modern di Darmasaba, Solusi Stasi Sampah dari Sumbernya

Kemal mengatakan, hasil penjualan maggot dari Maggot Center Kebon Talo untuk sementara ini digunakan lagi menjadi biaya operasional sebab kalau ingin menjadi pendapatan daerah harus dibuatkan payung hukum. “Karenanya jika potensi maggot ke depan terus membaik, kita segera siapkan regulasi untuk penyetoran hasil penjualan maggot ke kas daerah,” katanya.

Dengan melihat potensi ekonomi pada budidaya maggot, Kemal mengajak masyarakat untuk mengembangkan maggot bila perlu di setiap lingkungan. “Selain bernilai ekonomis sehingga bisa menambah penghasilan warga, maggot juga dapat mengurangi sampah rumah tangga,” katanya.

Sumber: Antara

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>