Bupati Manggarai Sebut Desa Berstatus Tertinggal Terus Berkurang

Bupati Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur Heribertus Nabit (ANTARA/Benny Jahang
Bupati Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur Heribertus Nabit. (Foto: ANTARA/Benny Jahang)

KUPANG,MENITINI.COM-Status desa tertinggal di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berkurang setelah pemerintah melakukan berbagai intervensi kegiatan pembangunan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Hal tersebut diungkapkan Bupati Manggarai Herbertus Nabit.

“Kami terus bekerja keras agar kesejahteraan masyarakat desa menjadi lebih baik, sehingga tentu status desa yang kategori tertinggal bisa berubah menjadi desa berkembang ,” katanya seperti dikutip ANTARA, Jumat (30/09/2022).

Ia mengatakan hal itu terkait upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di daerah itu.

“Salah satunya dapat dilihat dari data capaian indeks desa membangun, di mana pada tahun 2021 terdapat lima desa dengan status sangat tertinggal, sudah berhasil didorong peningkatan statusnya menjadi desa tertinggal,” kata dia.

BACA JUGA:  Ratusan Hektare Sawah di Manggarai Barat Kekeringan

Bahkan, katanya, ada desa yang lompat kelas menjadi desa berkembang. Ia mengatakan sebelumnya di kabupaten di Pulau Flores itu tidak ada desa yang berstatus desa maju namun melalui kerja dan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah pada tahun 2022 terdapat empat desa yang berstatus desa maju.

Sementara itu, kata dia, desa dengan kategori tertinggal berkurang drastis jumlahnya yaitu dari 78 desa menjadi 42 desa atau terjadi pengurangan 36 desa pada 2022.

Selain itu, menurut dia, terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk jumlah desa dengan status desa berkembang yakni dari 62 desa menjadi 99 desa pada 2022.

Ia mengatakan dengan capaian tersebut pemerintah cukup optimistis berada di jalur yang benar dalam upaya mengejar berbagai ketertinggalan.

BACA JUGA:  Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Malteng, Butuh “Camat”

“Namun hal tersebut tentunya tidak lantas membuat kami segera berpuas diri. Bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai capaian ini belumlah cukup, masih tahap awal karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terutama akibat efek pandemi Covid-19 serta inflasi yang kini sedang dihadapi dan berlangsung yang sangat memengaruhi seluruh aspek pembangunan,” katanya.

Dia mengatakan salah satu strategi yang sudah dan sedang lakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong pemekaran wilayah desa.

Selain sebagai upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat, tujuan utama pemekaran wilayah desa yang paling mendasar adalah percepatan pemerataan pembangunan di wilayah Manggarai.

Harapannya, katanya, dengan adanya wilayah-wilayah administratif yang baru semakin mudah bagi pemerintah dalam melaksanakan berbagai pembangunan yang terjadi, sehingga setiap sudut wilayah di Kabupaten Manggarai bisa menikmati pembangunan yang sama.

BACA JUGA:  Warga Batumerah Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Lorong Alaka

Sumber: ANTARA