Workshop Guru PAUD Bernuansa Hindu di Badung, Rasniathi Tekankan Pendidikan Tanpa Tekanan Calistung

Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Workshop Peningkatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD di Ruang Rapat Madya Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Minggu (5/7). Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Workshop Peningkatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD di Ruang Rapat Madya Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Minggu (5/7).
Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Workshop Peningkatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD di Ruang Rapat Madya Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Minggu (5/7). (Foto: Humas Badung)

BADUNG,MENITINI.COM – Bunda PAUD Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, membuka Workshop Peningkatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD Bernuansa Hindu Kabupaten Badung Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penguatan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Penelaahan Kurikulum TK Bernuansa Hindu se-Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Madya Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Minggu (5/7).

Pembukaan workshop ditandai dengan pemukulan gong dan dihadiri Gatriwara Kabupaten Badung, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Kabid PAUD dan PNF beserta jajaran, para koordinator wilayah, pengawas TK se-Kabupaten Badung, narasumber, kepala TK, serta guru dan tenaga kependidikan PAUD.

Dalam sambutannya, Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai Hindu dan budaya Bali juga mendukung terwujudnya pariwisata yang berkualitas.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memahami seni, adat, budaya Bali, dan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Rasniathi menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru PAUD, termasuk kemampuan mengenalkan seni tari dan tabuh kepada anak-anak. Namun demikian, ia mengingatkan agar pengembangan seni tetap berjalan seimbang dengan materi pembelajaran lainnya.

BACA JUGA:  Bupati Badung Hadiri Puncak Karya di Pura Dalem Petanian Kelan, Tekankan Pelestarian Adat dan Keamanan Pariwisata

Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak boleh berfokus pada target kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Pada jenjang PAUD, anak-anak lebih membutuhkan ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, belajar bersosialisasi, serta membangun karakter melalui proses belajar yang menyenangkan.

“Kepada para guru, ajarlah anak-anak dengan penuh rasa senang, tanpa tekanan maupun paksaan. Menjadi guru PAUD membutuhkan kesabaran agar anak-anak merasa nyaman dalam belajar. Jika anak mengalami tekanan, hal itu dapat berdampak pada perkembangan mental dan membuat mereka tidak menikmati proses pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Ida Ayu Putu Dewi Utami, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari penelaahan Kurikulum TK Bernuansa Hindu. Ia menegaskan bahwa kurikulum yang diterapkan di Bali harus selaras dengan budaya lokal serta nilai-nilai Dharma Hindu.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu bertujuan menyamakan persepsi mengenai integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Catur Guru ke dalam Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada jenjang PAUD.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menyusun contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar yang praktis sehingga dapat langsung diterapkan di masing-masing lembaga pendidikan.

BACA JUGA:  Peringati Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Badung Tanam Pohon dan Salurkan Bantuan di Monumen Cakra Bioha Panca Bhakti

“Dalam Dharma Hindu, Guru adalah Sakshat Param Brahma. Tugas kita sangat mulia, yaitu membentuk, membimbing, memelihara, dan mencerdaskan anak-anak Badung. Mari kita jalani workshop ini dengan kesadaran bahwa kita sedang melaksanakan ngayah suci,” kata Ida Ayu Putu Dewi Utami.

Ia menambahkan, workshop juga bertujuan meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam mengimplementasikan nilai-nilai Catur Guru yang meliputi Guru Rupaka, Guru Pengajian, Guru Wisesa, dan Guru Swadyaya.

Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan 21 lembaga PAUD Bernuansa Hindu se-Kabupaten Badung yang berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan workshop.

Di akhir laporannya, Ida Ayu Putu Dewi Utami mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil workshop di lembaga masing-masing dengan semangat paras paros sarpanaya guna mewujudkan anak-anak Badung yang cerdas, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Hindu. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top