Petani Tak Perlu Cemas, Kementan Telah Antisipasi Dampak Banjir dan Kekeringan

Dr Irwansyah peneliti dari RCMG

DENPASAR, MENITINI Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) telah siap mengantisipasi terjadinya anomali cuaca pada September 2021. Untuk itu para petani diharapkan tak perlu terlalu cemas adanya banjir dan kekeringan yang terjadi bersamaan di wilayah Nusantara.

Demikian dikatakan Assosiate Researcher dari Research Center Media Goup (RCMG) Dr Irwansyah dalam ketererangan tertulis yang dikirimkan POS BALI, Senin (13/3). “Berdasarkan penjelasan dari LAPAN-BRIN, wilayah Indonesia bagian utara (sekitar wilayah ekuator ke utara) kemungkinan besar sudah memasuki musim hujan lebat  pada September ini. Bahkan, pada Agustus lalu BNPB mencatat telah terjadi 61 kali bencana banjir. Sedangkan Jawa dan Nusa Tenggara masih mengalami musim kemarau,”  ujar peneliti yang juga bertekun pada perubahan iklim tersebut.

Mencermati kondisi tersebut, doktor komunikasi publik jebolan Universitas Indonesia itu mengharapkan para petani untuk menepis kekhawatiran, karena pihak Kementerian Pertanian sejak dini telah melakukan sejumah langkah antisipasi. “Dari riset RCMG atas kebijakan Kementan, setidaknya ditemukan lima langkah strategis dan teknis agar para petani tidak mengalami kerugian akibat perubahan cuaca,’’ katanya.

BACA JUGA:  Pemerintah Perkuat Ekonomi Desa, Kopdes Merah Putih Disinergikan dengan BUMDes dan Desa Tematik

Langkah pertama, lanjut Irwansyah, Kementan melakukan maping terhadap wilayah yang diperkirakan rawan kekeringan maupun banjir serta melakukan pengawalan dan monitoring pertanaman pada daerah-daerah tersebut. 

“Kedua, Pak Menteri Syahrul Yasin Limpo telah mengintruksikan kepada seluruh jajajaran saling meningkatkan koordinasi antar-instansi baik pusat maupun daerah terkait dengan upaya mitigasi dampak risiko dari bencana banjir maupun kekeringan,’’ ujarnya.  

Sementara itu langkah ketiga terkait dengan kekeringan, kata Irwansyah, melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber air seperti embung, bendungan, waduk, penggunaan pompa dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk memitigasi kekeringan. Sedangkan langkah mengatasi banjir dengan kegiatan normalisasi saluran penampungan air termasuk perbaikan embung, optimalisasi bantuan pompa sumur suntik serta kegiatan setara lainnya.

Keempat, kata Irwansyah, Kementan mendorong para petani untuk memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian, bantuan saprodi dan pemanfaatan lahan kering dan rawa. “Sedangkan langkah terakhir, Kementerian Pertanian mengambil langkah penanganan dampak perubahan iklim seperti  informasi perkiraan musim, optimalisasi kegiatan penerapan penanganan dampak perubahan iklim, monitoring dan evaluasi perkembangan banjir serta  kekeringan,’’ ujarnya

BACA JUGA:  TransNusa Buka Rute Langsung Bali–Phuket, Terbang Perdana 9 September 2026

Menurut Irwansyah, apapun kondisi yang akan dihadapi baik kekeringan maupun kebanjiran, intinya senjata pamungkas yang telah dirancang Kementan itu adalah pemanfaatan embung, irigasi pemompaan, penggunaan alsintan dan AUTP atau asuransi pertanian.

Dalam pandangannya, asuransi pertanian atau AUTP adalah upaya perlindungan yang diberikan pemerintah kepada para petani jika mereka mengalami risiko gagal panen baik diakibatkan banjir maupun kekeringan. ‘’Sejauh saya ketahui, dengan AUTP  atau asuransi pertanian itu maka petani akan mendapat pertanggungan Rp6 juta per hektare di setiap musim. Kebijakan ini tujuannya hanya satu yaitu menghindarkan petani dari resiko kerugian,’’ ujar Irwansyah poll

Iklan

BERITA TERKINI

Nelayan Klungkung Terima Bantuan Freezer

KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Nelayan di Kabupaten Klungkung kini memiliki solusi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ketika belum seluruhnya terserap pasar. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

DENPASAR, Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung dramatis di Stadion

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, meninjau SMA Negeri 1 Gresik guna mendorong pembentukan generasi muda peduli kelestarian bumi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

SMAN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Peduli Lingkungan

GRESIK,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mendorong perluasan Program Adiwiyata sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top