Pemkab Badung Gelar Pasar Murah, Kendalikan Inflasi Jelang Hari Raya

Wabup Bagus Alit Sucipta secara resmi membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Raya Kuningan, di Parkir Selatan Lapangan Puspem Badung, Selasa (29/4/2025). (Foto: Istimewa)

BADUNG,MENITINI.COM-Menyambut Hari Raya Kuningan, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar pasar murah di Parkir Selatan Lapangan Puspem Badung, Selasa (29/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok yang kerap melonjak menjelang hari besar keagamaan.

Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, yang secara resmi membuka pasar murah tersebut, menegaskan pentingnya upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga. “Harapan kami sebagai Pemerintah di Kabupaten Badung, semoga pasar murah ini dapat mendorong daya beli masyarakat, menjaga kestabilan harga serta menjaga inflasi tetap stabil,” ujarnya dalam sambutan.

Pasar murah ini tidak hanya ditujukan untuk menyediakan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemkab Badung dalam memperpendek rantai distribusi. Dengan melibatkan produsen dan agen secara langsung, konsumen bisa mendapatkan barang dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

BACA JUGA:  Ekonomi Bali Sangat Bergantung pada Pariwisata, Kontribusi Capai 66 Persen

Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung, AA Ngurah Raka Sukadana, menambahkan bahwa kegiatan ini juga membantu menambah stok barang di pasar dan membuka peluang pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka. “Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok,” jelasnya.

Sebanyak 30 pelaku usaha dilibatkan dalam kegiatan ini, mulai dari Koperasi Bina Sejahtera, Tim Penggerak PKK, Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga para pedagang lokal. Produk yang dijual mencakup kebutuhan pokok dan barang pendukung perayaan keagamaan.

BACA JUGA:  Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korsel Hasilkan Komitmen Investasi Rp575 Triliun

Wabup Alit Sucipta juga mengusulkan agar pasar murah ke depan digelar lebih dekat dengan masyarakat, termasuk melibatkan desa adat dan UMKM lokal. Ia mengungkapkan rencana untuk mengadakan pasar murah dua kali dalam setahun dengan jangkauan yang lebih luas. “Kami ingin kegiatan ini benar-benar menyentuh masyarakat, terutama melalui kolaborasi dengan desa adat dan pelibatan UMKM lokal,” tegasnya.

Langkah ini dinilai sebagai kebijakan proaktif dalam menjaga kestabilan ekonomi lokal dan merespons dinamika harga menjelang hari raya. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

JAKARTA,MENITINI.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan pekerja agar siap menghadapi perubahan teknologi, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI), sehingga mampu meningkatkan daya saing dan tetap

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top