Munculnya Pulau Baru di KKT Pasca Gempa, ini Penjelasan Ahli Geologi

Fenomena munculnya pulau baru pasca gempa di Desa Teinema, Kecamatan Wuar Labobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Fenomena munculnya pulau baru pasca gempa di Desa Teinema, Kecamatan Wuar Labobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (Foto: M-009)

AMBON,MENITINI.COMFenomena muncunya pulau baru di Desa Teinema, Kecamatan Wuar Labobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, usai gempa bumi, menjadi sorotan warga di Maluku.

Sebab munculnya pulau baru tidak hanya menggegerkan warga, tapi juga membuat kebanyakan warga di Tanimbar, khususnya yang ada di Desa Teinema menjadi was-was dan ketakutan akan terjadinya bencana alam yang lebih dasyat.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku, Herfien Samalehu di Ambon, Selasa (10/1/2023) menjelaskan, kemunculan dataran yang membentuk pulau baru di Tanimbar setelah gempa bumi bisa saja terjadi karena disebabkan oleh adanya deformasi regional.

“Dalam hal ini kenaikan daratan di Teinema, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, merupakan blok yang naik secara keseluruhan dalam hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap wilayah Tanimbar,” kata Herfien yang merupakan lulusan Doktor Teknik Geologi Universitas Gadja Mada (UGM).

Herfien mencontohkan, fenomena yang terjadi di Tanimbar hampir sama dengan yang pernah terjadi saat gempa di Aceh dan Nias beberapa tahun lalu.

“Menurutnya, beberapa kejadian gempa seperti Gempa Aceh, Nias, di mana terjadi pengangkatan di sekitar Pulau Simeuleu, namun terdapat pula blok yang turun atau subsidens hingga 1 meter di sepanjang garis pantai di Aceh.”

Herfien menjelaskan, gempa bumi itu merupakan jenis gempa dengan model thrusting atau biasa disebut sebagai patahan naik dari subduksi laut Banda. Hal ini bisa dilihat dari analisis lokasi hiposenter dan kedalamannya.

“Dari model jenis gempa tersebut akan menyebabkan kenaikan atau uplift dan juga bisa menyebabkan penurunan atau subsidens di sisi yang lain,” tandasnya.

Jebolan Doktor UGM ini mencontohkan naiknya dataran saat gempa mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Saat itu, gempa mengakibatkan fenomena naiknya Pulau Lombok. Dilihat dari indikasi Peta Satelit, menunjukkan adanya kenaikan dari permukaannya sebesar 25 sentimeter.

“Jadi fenomena ini bisa terjadi pasca gempa bumi yang menyebabkan deformasi regional,” tutur Herfien.

Ditabahkan, fenomena kemunculan pulau baru akibat dampak dari gempa bumi di Tanimbar itu tidak menyebabkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa adanya longsoran skala masif, gerakan tanah disertai likuifaksi, atau tsunami.

Terkait keresahan warga di wilayah itu, Herfien mengakui bahwa laut Banda dan wilayah di sekitar Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya tergolong rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

Dijelaskan, dari catatan Badan Geologi, kejadian tsunami pernah melanda wilayah di sekitar laut Banda pada tahun 1629, 1852, 1938 dan 1975.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat di wilayah tersebut agar tetap tenang dan tidak percaya pada isu yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari BPBD atau BMKG setempat. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami, tutupnya. (M-009).

Fenomena munculnya pulau baru pasca gempa di Desa Teinema, Kecamatan Wuar Labobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Iklan

BERITA TERKINI

Nelayan Klungkung Terima Bantuan Freezer

KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Nelayan di Kabupaten Klungkung kini memiliki solusi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ketika belum seluruhnya terserap pasar. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

DENPASAR, Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung dramatis di Stadion

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, meninjau SMA Negeri 1 Gresik guna mendorong pembentukan generasi muda peduli kelestarian bumi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

SMAN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Peduli Lingkungan

GRESIK,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mendorong perluasan Program Adiwiyata sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top