Dua Turis Korea Tewas saat Paralayang di Pantai Tanah Barak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi paralayang. (freepik)

BADUNG,MENITINI.COM- Kepolisian memastikan akan menyelidiki insiden tewasnya dua wisatawan asal Korea Selatan saat melakukan aktivitas paralayang di Pantai Tanah Barak, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 12.30 Wita.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Kepada media, Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, menjelaskan kedua korban, masing-masing berinisial JH (41) dan SH (43), datang ke Bali pada 11 Juli 2025 bersama beberapa rekannya dalam rangka mengikuti Paragliding Tour. Selama di Bali, mereka rutin bermain paralayang di Panda Paragliding, Kuta Selatan, tanpa biaya, karena difasilitasi oleh temannya, Tony, yang merupakan karyawan tempat tersebut.

“Mereka bermain paralayang secara mandiri (solo flight) dengan mesin dan peralatan milik pribadi yang dibawa langsung dari Korea. Tidak ada instruktur yang mendampingi,” ujar AKP Sukadi, Jumat (18/7).

Menurut keterangan saksi-saksi, kedua korban diketahui memiliki pengalaman dan lisensi pilot paralayang dari Korea Selatan. Mereka juga telah menjelajahi berbagai destinasi dunia untuk kegiatan paralayang. Sebelum keberangkatan ke Indonesia, para korban telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Korea dan dinyatakan sehat.

BACA JUGA:  Road to MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Mario Aji dan Veda Ega Siap Sapa Penggemar di Jakarta

Pada hari kejadian, sekitar pukul 11.30 Wita, para korban bersama teman-temannya dan seorang instruktur asal Korea, Sun Hyung Lim, tiba di lokasi. Setelah melakukan pengecekan peralatan, mereka bergantian melakukan take off. JH menjadi yang pertama mengudara, disusul SH dan rekannya yang lain berinisial SK.

Namun, baru sekitar 10 menit mengudara, arah angin tiba-tiba berubah. Kecepatan angin yang melemah membuat JH, SH, dan SK berusaha mendaratkan paralayang mereka. SK berhasil mendarat di jalan darat menuju bawah tebing, tetapi nahas bagi JH dan SH. Keduanya jatuh ke laut di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar sepinggang, sekitar empat meter dari bibir Pantai Tanah Barak.

“Saat mendarat di laut, kedua korban panik dan tidak sempat melepaskan harness coccoon (tempat duduk paralayang), sehingga tubuh mereka terendam,” jelas Sukadi.

BACA JUGA:  Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Sepakat Tingkatkan Koordinasi hingga Daerah

Rekan-rekan korban dan warga sekitar langsung berusaha memberikan pertolongan. Korban berhasil dievakuasi ke pantai dalam kondisi tak sadarkan diri, kemudian dibawa ke Klinik Pandawa sebelum dirujuk ke RS Surya Husada. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya kemudian dirujuk ke RS Bali Mandara, Denpasar.

Pihak keluarga disebut telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Rencananya, jenazah akan dikremasi di Bali, dan abunya akan dibawa pulang ke Korea.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian, termasuk klarifikasi dari rekan-rekan korban, pihak Panda Paragliding, instruktur asal Korea, dan pihak rumah sakit. Kami perlu memastikan apakah ini murni karena faktor cuaca atau ada unsur kelalaian,” tegas AKP Sukadi.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Nelayan Klungkung Terima Bantuan Freezer

KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Nelayan di Kabupaten Klungkung kini memiliki solusi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ketika belum seluruhnya terserap pasar. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

DENPASAR, Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung dramatis di Stadion

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, meninjau SMA Negeri 1 Gresik guna mendorong pembentukan generasi muda peduli kelestarian bumi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

SMAN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Peduli Lingkungan

GRESIK,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mendorong perluasan Program Adiwiyata sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top