Pelantikan AMKEI, Walikota Tual: Semoga Menjadi Wadah Silaturrahim Dalam Balutan Ain ni Ain 

TUAL, MENITINI.COM-Penjabat Wali Kota Tual Hi. Akhmad Yani Renuat S.Sos., MSi., M.H menyampaikan dirinya merasa bangga dan senang, bercampur dalam satu paduan rasa, rasa bahagia. Karena baru pertama kali bertemu dalam sebuah wadah perkumpulan yang dinamakan Anak Muda Kepulauan Evav Indonesia (AMKEI).

Pasalnya, perjumpaan ini mengingatkannya pada sebuah ungkapan bahasa Kei yang biasa sebut snib teten evav atau pesan leluhur Kei.

“Ai arnem akbo jad ngain, ne vat arnem akbo jad lutur dalam arti sederhananya adalah, Gabungan kayu akan membentuk pagar yang kokoh, dan gabungan batu akan membentuk tembok yang kuat. Ungkapan ini sebagai pesan leluhur kei (teten evav) menggambarkan bahwa hanya dengan persatuan maka akan membentuk kekuatan dan dengan kekuatan, akan menjadi jembatan emas untuk menggapai tujuan, dan cita-cita yang kita dambakan,” kata Walikota saat membacakan sambutan di Acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPP AMKEI periode 2024-2029 yang dilantik oleh Menpora RI, Dito Ariotedjo di Jakarta, Minggu (28/1/2024).

BACA JUGA:  Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan HKSN di Denpasar

Pelantikan secara simbolis berlangsung di Auditorium Prof BJ Habibie,Gedung BRIN Jalan MH Thamrin Nomor 8 Jakarta Pusat. 

Sambutan Wali Kota Tual Hi. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H saat pelantikan AMKEI.

Dalam hubungan persatuan dan persaudaraan sebagaimana di utarakan maka diruang silaturahmi dalam nuansa suka cita yang penuh dengan kekeluargaan ini. 

“Atas nama Pemerintah Kota Tual saya ucapkan selamat atas pelantikan dan pengukuhan pengurus AMKAI pada hari ini. Dengan harapan bahwa dengan adanya wadah AMKAI ini dapat menjadi media atau wadah silaturrahim antar sodara dan memperkuat hubungan persaudaraan sejati atau Hidip Orang Basudara yang disebut dengan Ain ni Ain,” sebutnya.

Ditambahkan, Ain ni Ain merupakan salah satu modal sosial kultural orang kei yang sangat berharga. Karena Ain ni Ain adalah sebuah perserikatan atau sistem persaudaraan antara seluruh warga Kei berdasarkan adat karena punya hubungan geneologis atau hubungan darah.

BACA JUGA:  Pemkab Badung Dapat Penghargaan Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Sejalan dengan itu, dari sisi pemaknaan Ain ni Ain, adalah sebuah makna sosiologis kultural karena mengandung arti yang sangat luas dan dalam bagi seluruh generasi Kei.

Olehnya, hal ini menjadi sangat penting karena mengandung janji dan sekaligus memberi inspirasi kepada orang Kei, tentang sebuah model kehidupan, model relasi sosial antar manusia didalam masyarakat, relasi lintas individual, lintas kelompok, lintas desa dan bahkan lintas agama yang dikenal dengan pluralisme dan kemajemukan.

“Amanat budaya, Ain ni Ain, sejatinya tidak saja memberi makna terhadap perilaku dan relasi-relasi antar manusia, tetapi juga memberi motivasi untuk membangun kehidupan yang aman nyaman, tertib dan damai untuk menggapai kebahagiaan. Betapa tidak, kebahagian tersebut adalah kebahagian yang mengalir dari sikap dan prilaku saling menghargai dan menghormati, senasib dan sepenanggungan, solidaritas dan kesetiakawanan,” ujar Walikota Tual. 

BACA JUGA:  Rulien Purmiasa, Wali Kota Berhak Minta BPKP Audit PT DSA

Oleh karena itu, merajut kebersamaan melalui terbentuknya Anak Muda Kepulaua Evav Indonesia , yang dirangkai dengan seminar nasional dengan Thema” Memperkua Solidaritas  AMKEI dan Semangat  Kebangsaan Untuk Indonesia Maju.

“Sejujurnya diharapkan dapat berkontribusi membantu Pemerintah Daerah dengan pelayanan dan gagasan-gagasan yang cerdas untuk merubah dan membentuk prilaku masyarakat, yang bukan tidak mungkin kian terkikis oleh deruhnya gelombang modernisasi dengan perkembangan dunia yang begitu cepat dan drastis,” ucapnya.