Australia dan Filantropi Gelontorkan Rp258 Miliar untuk Dukung UKM dan Aksi Iklim di Indonesia

Ilustrasi

JAKARTA,MENITINI.COM – Pemerintah Australia bersama sejumlah lembaga filantropi mengumumkan komitmen pendanaan baru senilai lebih dari AUD 24 juta atau sekitar Rp258 miliar guna memperkuat pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan inklusif di Indonesia.

Pendanaan tersebut difokuskan untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah (UKM), sekaligus mendorong aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diawali dengan investasi sebesar AUD 11,62 juta dari Australian Development Investments (ADI), yang kemudian diperkuat investasi bersama senilai AUD 12,57 juta dari tiga lembaga filantropi Australia, yakni Minderoo Foundation, Paul Ramsay Foundation, dan LEEAF Trust.

Pemerintah Australia menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia sebagai salah satu mitra terdekat sekaligus negara yang memiliki peran strategis bagi masa depan kawasan.

Pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese menilai Indonesia yang semakin tangguh dan sejahtera akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar bagi kedua negara.

Melalui kemitraan tersebut, pendanaan akan diarahkan untuk membantu UKM di sektor pertanian, agroforestri, dan akuakultur agar mampu berkembang sekaligus memperoleh akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih luas. Program ini juga diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesetaraan gender, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

BACA JUGA:  Baru 1,23 Persen Perusahaan Sediakan Daycare, Ini yang Dilakukan Kemnaker

Menteri Pembangunan Internasional Australia, Dr Anne Aly, mengatakan Indonesia merupakan salah satu mitra dagang terpenting Australia sehingga kemajuan ekonomi kedua negara saling berkaitan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor filantropi, dan swasta akan membuka akses pembiayaan bagi UKM yang mampu menciptakan lapangan kerja, menopang mata pencaharian masyarakat, serta membangun ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa masa depan Australia sangat terkait dengan masa depan Asia Tenggara, sehingga investasi pada ketangguhan dan kemakmuran kawasan menjadi kepentingan strategis bagi negaranya.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari implementasi strategi Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040, yang bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi Australia dengan negara-negara Asia Tenggara melalui investasi jangka panjang.

Sementara itu, Chief Executive Officer Minderoo Foundation, John Hartman, menyebut investasi bersama tersebut mencerminkan komitmen organisasinya dalam memobilisasi modal untuk mendorong perubahan lingkungan berskala besar.

BACA JUGA:  Kejaksaan Agung Hentikan Pengumpulan Data Program MBG

Menurut Hartman, kerja sama dengan Australian Development Investments diharapkan dapat membuka akses pembiayaan jangka panjang guna mendukung perlindungan ekosistem penting sekaligus memperkuat praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Ia menambahkan, kolaborasi antara modal filantropi, pemerintah, dan sektor swasta menjadi faktor penting untuk mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Senada dengan itu, Direktur Investing and Impact Capital Paul Ramsay Foundation, Ben Smith, mengatakan organisasinya berpartisipasi dalam investasi bersama melalui Asia Climate-smart Landscapes Fund sebagai bagian dari strategi investasi berdampak.

Ia menilai kolaborasi dengan investor yang memiliki visi serupa menjadi kunci dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas di kawasan. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top