ASEAN dan Australia Perkuat Kerja Sama Kontra-Terorisme, Fokus Lindungi Ruang Publik dan Infrastruktur Vital

Australia dan Indonesia bersama-sama menyelenggarakan Pertukaran Praktik Kontra-Terorisme ASEAN-Australia tentang Pendekatan Praktik Terbaik untuk Melindungi Pusat Keramaian, Target yang Rentan, dan Infrastruktur Penting, di Bali pada 28–29 Juli 2026.
Australia dan Indonesia bersama-sama menyelenggarakan Pertukaran Praktik Kontra-Terorisme ASEAN-Australia tentang Pendekatan Praktik Terbaik untuk Melindungi Pusat Keramaian, Target yang Rentan, dan Infrastruktur Penting, di Bali pada 28–29 Juli 2026. (Foto: Australian Embassy Jakarta's)

BALI,MENITINI.COM – ASEAN dan Australia memperkuat kerja sama regional dalam upaya penanggulangan terorisme melalui penyelenggaraan Pertukaran Praktik Kontra-Terorisme ASEAN-Australia yang berlangsung di Bali pada 28–29 Juli 2026. Forum ini berfokus pada penerapan praktik terbaik untuk melindungi pusat keramaian, target yang rentan, dan infrastruktur penting dari ancaman terorisme yang terus berkembang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama oleh Australia dan Indonesia dengan melibatkan perwakilan negara-negara anggota ASEAN, Australia, Sekretariat ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi masyarakat sipil, akademisi, badan olahraga, hingga sektor swasta. Para peserta bertukar pengalaman dan strategi guna memperkuat kolaborasi regional dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Duta Besar Australia untuk Pemberantasan Terorisme, Gemma Huggins, menegaskan bahwa Australia memandang kemitraan dengan ASEAN sebagai elemen penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Australia sangat menghargai kemitraan yang erat dengan ASEAN. Seiring ancaman terorisme yang terus berkembang, perlindungan terhadap pusat keramaian, target yang rentan, dan infrastruktur penting menuntut kita untuk tetap adaptif, kolaboratif, dan berwawasan ke depan,” ujar Gemma Huggins.

BACA JUGA:  Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan

Pertukaran praktik tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Investigasi Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri, Brigjen Pol. Dwight Jordan De Fretes, S.I.K., yang mewakili Indonesia sebagai Ketua Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC), bersama Director Counter-Terrorism Asia Section Australian Department of Foreign Affairs and Trade, Robert Rushby.

Brigjen Pol. Dwight Jordan De Fretes mengatakan kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama ASEAN dan Australia dalam menghadapi ancaman terorisme dengan memperkuat perlindungan terhadap ruang publik dan objek-objek vital.

“Melindungi pusat keramaian, target yang rentan, dan infrastruktur penting akan memberikan kontribusi signifikan terhadap terciptanya kawasan yang lebih aman, terlindungi, dan tangguh,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta membahas berbagai pendekatan praktis yang mencakup upaya pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, manajemen krisis, hingga pemulihan pasca-insiden. Diskusi dilakukan melalui presentasi para pakar, sesi berbagi pengalaman, serta latihan berbasis skenario untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor.

BACA JUGA:  Prabowo Bahas Kondisi Ekonomi Nasional dan Penyempurnaan GovTech Bersama DEN

Melalui forum tersebut, para peserta juga mengeksplorasi berbagai strategi dalam memperkuat perlindungan ruang publik dan layanan penting melalui perencanaan terpadu, respons krisis yang efektif, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, sektor swasta, dan masyarakat.

ASEAN dan Australia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama kontra-terorisme di kawasan melalui peningkatan kemitraan lintas sektor serta pengembangan praktik-praktik terbaik yang dapat mendukung upaya penanggulangan terorisme di masa mendatang. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top