Sampah Unilever, Wings dan Indofood Bergelantungan Cemari Sungai Ciliwung

Sampah Plastik Cemari Sungai Ciliwung
Kegiatan brand audit dilakukan tim susur Ciliwung menemukan sampah Unilever paling banyak ditemukan. (M-IST)

DENPASAR, MENITINI
Sampah plastik Unilever bergelantungan dan mencemari bantaran Sungai Ciliwung. Kondisi ini justru makin memperparah aliran Sungai Ciliwung akibat sampah plastik yang berserakan dan tersumbat.

Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) berkolaborasi dengan Ciliwung Institut, melakukan kegiatan ekspedisi Ciliwung pada pekan lalu (13/6/2022).

Ekspedisi dimulai dari jembatan TB Simatupang dan berakhir di Padepokan Ciliwung Condet Pangkalan Ki Botak Condet.  Sepanjang penyusuran teridentifikasi lebih dari 1100 pohon yang terlilit sampah plastik. 

BACA JUGA:  PROPER Diikuti 5.476 Perusahaan, KLH Tegaskan Peran sebagai Motor Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Tim Susur temukan sampah bergelantungan di Bantara Sungai Ciliwung

“Sepanjang penyusuran Ciliwung kami menemukan sekitar 1100 vegetasi sisi kanan dan kiri bantaran Ciliwung terlilit sampah plastik seperti tas kresek dan sachet,” ungkap Koordinator Susur Sungai Ciliwung, Alaika Rahmatullah seperti dikutip Inews.id

Alumni Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjelaskan, sampah-sampah plastik dan sachet yang melilit pohon akan menjadi sumber mikroplastik yang mencemari sungai Ciliwung.

Kegiatan brand audit dilakukan oleh tim susur Ciliwung menemukan sampah Unilever paling banyak ditemukan.

BACA JUGA:  Percepatan PSEL di Jawa Barat, Pemerintah Targetkan Sampah Tuntas dan Listrik Bertambah

Koordinator Kampanye Ecoton, Daru Setyorini menjelaskan, dari 600 sachet yang ditemukan, sampah sachet Unilever paling banyak ditemukan. Disusul Wings dan Indofood.

Ia menambahkan, sachet merupakan sampah jenis residu yang tidak bisa didaur ulang sehingga mencemari lingkungan

“Perlu tanggungjawab Unilever, Wings dan Indofood untuk membersihkan sampah sachet yang mencemari Ciliwung,” tandasnya M-003

Iklan

BERITA TERKINI

Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, dan jajaran pemerintah daerah berdiskusi saat meninjau operasional pengolahan sampah di TPS Tahura, Denpasar, Bali, Kamis (5/3/2026).

PSEL Membutuhkan Sampah yang Sudah Terpilah

DENPASAR,MENITINI.COM – Teknologi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) membutuhkan pasokan sampah yang sudah terpilah. Tanpa pemilahan, efektivitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan sangat terbatas.

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top