Ratusan Turis Meditasi di GWK 

UNGASAN, MENITINI.COM – Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) mulai dikenal menjadi Taman Budaya dan Spiritual. Jumat (24/4) sore ratusan wisatawan seantero dunia bermeditasi mendoakan perdamaian dunia di Lotus Ponds GWK.

Kahadiran turis ini serangkaian perhelatan Festival Spiritual Bliss in Bali, yaitu program spiritual dari The Art of Living Foundation. Peserta dari seluruh dunia datang bermeditasi dan merayakan perdamaian dan kebahagiaan. Menghadirkan Y.M. Sri Sri Ravi Shankar.

Acara tersebut merupakan salah satu agenda acara meditasi di Bali,  yang digelar setiap tahun Bliss in Bali. Event tersebut dimulai dari tahun 1996 dan telah digelar selama 10 tahun,  dan jadi trend mark Bliss in Bali. “Kegiatan ini kita laksanakan untuk kedamaian bumi pertiwi. Ada 25 negara yang telah mendaftar ikut, itu termasuk kecil dibandingkan perhelatan dulu. Biasanya kita meditasi bersama selama 4 hari di tempat tertentu, seperti di hotel-hotel,” kata  Rup Gurbani Ketua Yayasan Seni Kehidupan Indonesia.

BACA JUGA:  Pemerintah Resmi Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat

Tahun ini pihaknya menghadirkan  Y.M. Sri Sri Ravi Shankar tokoh spiritual, perdamaian dunia dan kemanusiaan yang juag pendiri The Art of  Living Foundation and IAHV-The International Association of Human Values (Paguyuban Internasional Nilai-nilai Kemanusiaan) organisasi kemanusiaan yang melayani masyarakat di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Gubernur Bali - Wali Kota Denpasar - Bupati Badung Tandatangani Kerja Sama PSEL Denpasar Raya

Ia akan mende-code (membuka rahasia) The Vigyan Bhairav (Widnyana Bhairawa) “Yang Mulia memaparkan Vigyan Bhairav, memberi arahan dan panduan langkah demi langkah kepada para peserta untuk setiap teknik dari 112 yang ada  agar peserta mengalami  keadaan kesadaran. Yang Mulia secara langsung akan memandu selama empat hari membuka jalan rahasia mencapai keadaan pikiran yang istirahat mendalam, tenang dan terpusat,”jelasnya. poll

Iklan

BERITA TERKINI

Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, dan jajaran pemerintah daerah berdiskusi saat meninjau operasional pengolahan sampah di TPS Tahura, Denpasar, Bali, Kamis (5/3/2026).

PSEL Membutuhkan Sampah yang Sudah Terpilah

DENPASAR,MENITINI.COM – Teknologi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) membutuhkan pasokan sampah yang sudah terpilah. Tanpa pemilahan, efektivitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan sangat terbatas.

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top