JAKARTA,MENITINI.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah menyerap anggaran sebesar Rp60 triliun.
Dalam keterangan resminya, Senin (20/4/2026), Dadan menjelaskan bahwa distribusi anggaran tersebut telah merata dari Sabang hingga Merauke, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Saat memaparkan perkembangan serta dampak Program MBG dalam kegiatan retret Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang pada Sabtu (18/4), ia mengungkapkan bahwa program ini berawal dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap tingginya laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk sekitar enam orang per menit atau tiga juta per tahun, dan diproyeksikan mencapai 324 juta jiwa pada 2045. Namun, persoalan utama bukan hanya pada jumlah pertumbuhan, melainkan juga kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan.
Dadan menyoroti rendahnya rata-rata lama pendidikan masyarakat Indonesia yang masih berada di angka sembilan tahun. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses anak-anak terhadap asupan gizi seimbang.
Ia menjelaskan bahwa banyak anak lahir dari orang tua dengan tingkat pendidikan rendah, sehingga tidak mengherankan jika sekitar 60 persen anak tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang. Selain itu, sebagian besar anak juga jarang atau bahkan tidak mampu mengonsumsi susu.
Melalui Program MBG, pemerintah melakukan intervensi menyeluruh yang difokuskan pada dua fase krusial, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan yang berpengaruh pada perkembangan kecerdasan, serta usia sekolah yang menentukan pertumbuhan fisik optimal.
Dadan berharap program ini dapat menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kecerdasan generasi mendatang. Ia menambahkan bahwa saat ini rata-rata IQ masyarakat Indonesia berada di angka 78. Dengan adanya intervensi sejak dini, diharapkan dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, generasi yang lahir saat ini dapat tumbuh tanpa stunting, memiliki postur tubuh lebih baik, dan siap menjadi tenaga kerja produktif. (M-011)
- Editor: Daton









