Jumat, 21 Juni, 2024

(Foto: website Pesta Kesenian Bali)

DENPASAR,MENITINI.COM-Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 akan digelar mulai tanggal 15 Juni – 13 Juli 2024 yang dipusatkan di Taman Budaya (Art Centre) Provinsi Bali. Gelaran tahun ini akan melibatkan sebanyak 13.561 orang seniman dan 285 lembaga seni (sanggar, yayasan, kelompok kesenian).

Hal itu terungkap dalam rapat dan sosialisasi pelaksanaan PKB tahun 2024 di Kantor Disbud Provinsi Bali, Rabu (15/4/2024).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha, menjelaskan, PKB kali ini mengangkat tema “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama, Harkat Martabat Manusia Unggul” PKB tahun ini tetap menampilkan delapan materi pokok meliputi Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni).

Kadisbud menyampaikan, PKB XLVI rencananya dibuka Presiden RI Joko Widodo (Presiden Jokowi), bersamaan dengan pembukaan peed aya (pawai) PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon.

Acara pembukaan hanya sekali, sehingga di Taman Budaya hanya menggelar pementasan seni saja. “Kita harap Bapak Presiden bisa hadir membuka PKB tahun ini sesuai yang dijadwalkan,” ucap Prof. Arya Sugiartha, usai rapat.

Selain diikuti oleh duta kabupaten/kota serta sanggar-sanggar seni di Bali, PKB XLVI juga melibatkan partisipasi dari luas daerah dan luar negeri. Seperti grup kesenian asal Amerika, Kanada, Jepang, Hongkong, Ukraina, Malaysia, RRT, India, dan Taiwan.

Seperti pelaksanaan beberapa tahun terakhir, terdapat pula event budaya yang dirangkaikan pelaksanaan PKB, yakni penyelenggaraan Bali World Cultural Celebration (Perayaan Budaya Dunia di Bali) dan Jantra Kebudayaan Bali (Pekan Kebudayaan Daerah).

Sementara itu, Tim Kurator, Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum, mengatakan, tema PKB tahun 2024 ini mengangkat tema “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama”, Harkat Martabat Manusia Unggul itu yang memberikan arti satu teladan kepada generasi muda tentang hakikat manusia unggul. “Cerita atau kisah dalam setiap pergelaran mengacu tema tersebut,” ujarnya.

Tim Kurator mengaku setelah mengevaluasi pelaksanaan PKB sebelumnya, maka PKB kali ini diharapkan lebih berkualitas. Karena sejak Oktober 2023 lalu, Tim Kurator sudah merancang pernak-pernik sekecil apapun diperhatikan sehingga pelaksanaan PKB bisa menjadi lebih baik.

“Hal ini sebagai upaya Tim Kurator menjawab testimoni penonton yang selalu mengatakan PKB monoton,” ucap Nala Antara.

Seluruh duta kabupaten/kota dikatakan sudah sangat siap tampil dan telah dikurasi. Termasuk dengan partisipasi dari sanggar-sanggar seni.

Sanggar-sanggar ini sebelumnya mengajukan diri untuk tampil, sudah dikurasi, sehingga menampilkan kesenian yang kreatif dan tidak sama dengan pementasan yang dilakukan di masyarakat.

Tim Kurator, Prof. I Wayan Dibia, pun mengatakan, pada saat melakukan kurasi ke daerah-daerah pihaknya menekankan kepada pengisi acara agar membedakan saat tampil di PKB dengan pentas di desa-desa. PKB itu sebuah puncak penyajian kesenian-kesenian unggul dari daerah-daerah di Bali.
“Gema perjalanan PKB ini sudah gencar. Lihat saja di masing-masing desa yang akan tampil di ajang PKB sudah gaduh melakukan persiapan berbulan-bulan. Perjalanan ini yang justru lebih penting untuk membiasakan kepada generasi muda untuk menikmati perjalanan berkesenian itu,” papar Dibia. *

  • Editor: Daton