Maruli Siahaan Minta Kasus Bentrokan Menteng Diusut Tuntas, Warga Diminta Tak Terprovokasi Isu SARA

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan.
Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan. (Foto: Parlementaria/Runi/Mahendra)

JAKARTA,MENITINI.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus bentrokan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang. Ia juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi maupun narasi bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Maruli mengatakan pihaknya mendukung langkah cepat kepolisian yang telah mengamankan tiga orang terduga pelaku. Namun, menurutnya, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, objektif, dan berkeadilan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kita harus memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara independen. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan main hakim sendiri maupun upaya yang menghambat proses penegakan hukum. Negara harus hadir memberikan rasa keadilan bagi korban, keluarga korban, sekaligus menjamin kepastian hukum bagi seluruh masyarakat,” kata Maruli dikutip dari Parlementaria, Senin (27/7/2026).

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Pengalaman Demokrasi India Menjadi Inspirasi Penting bagi Indonesia

Politikus Partai Golkar itu menegaskan penyebaran isu provokatif di media sosial hanya akan memperkeruh situasi dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas. Karena itu, ia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.

“Perbedaan latar belakang tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mencurigai ataupun membenci. Jangan biarkan peristiwa pidana dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa melalui narasi SARA,” ujarnya.

Maruli juga menekankan setiap persoalan sosial seharusnya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan kekerasan atau aksi balas dendam yang hanya akan menambah korban.

Menurutnya, semangat musyawarah dan mufakat merupakan jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dijaga untuk menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial.

BACA JUGA:  Nico Siahaan Minta Pemerintah Fokus Tagih Pajak Perusahaan Mangkir, Bukan Libatkan Babinsa

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, persatuan nasional menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan pembangunan.

“Mari kita buktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang dewasa dalam menyikapi perbedaan. Tegakkan hukum dengan adil, junjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, dan terus pelihara persatuan Indonesia demi masa depan bangsa yang damai, aman, dan berkeadilan,” tutupnya. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top