Sementara itu, melalui kerja sama dengan YKKS, sampah kemasan hasil pemilahan BWC juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kaki palsu. Kaki palsu yang dihasilkan kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui donasi perseorangan maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari perusahaan yang bekerja sama dengan YKKS.

Produk kaki palsu tersebut bahkan telah diperkenalkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dalam audiensi di Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Putu Ivan Yunatana, selaku Ketua Dewan Pembina YKKS, turut memperkenalkan inovasi tersebut sebagai bagian dari upaya pemanfaatan sampah plastik untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut Putu Ivan menjelaskan, ke depannya BWC berencana mengembangkan berbagai program lain berbasis sampah plastik dan kemasan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas jenis produk hasil daur ulang sekaligus membuka peluang pasar baru.
Sektor pariwisata dan korporasi menjadi salah satu pasar potensial yang dijajaki untuk pemanfaatan produk tersebut. Dengan memperluas kerja sama dan pasar, BWC berupaya mendorong agar material yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat kembali dimanfaatkan sebagai sumber daya bernilai.

