JAKARTA, MENITINI.COM – PepsiCo menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan lima startup peserta program Greenhouse Program APAC 2026: The IMPACT Edition untuk menjajaki peluang pengembangan dan penerapan komersial solusi keberlanjutan di kawasan Asia Pasifik. Salah satu startup yang terlibat adalah Bali Waste Cycle (BWC) dari Indonesia, yang berfokus pada pengelolaan dan daur ulang sampah plastik.
Penandatanganan LoI tersebut menandai berakhirnya program pendampingan selama tujuh bulan yang dirancang untuk membantu startup mengembangkan solusi dari tahap uji coba menuju kesiapan komersial.
Selain Bali Waste Cycle, empat startup yang terlibat adalah Adiona dari Australia, Beijing AIForce Tech (BAIFT) dari China, Takachar dari Thailand, dan X-Centric Sciences dari Australia. Mereka menawarkan solusi di bidang efisiensi logistik, pertanian berkelanjutan, pengurangan emisi, dan ekonomi sirkular.
CEO PepsiCo Asia Pasifik Anne Tse mengatakan, kolaborasi lintas sektor semakin dibutuhkan untuk membangun bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.
Melalui program Greenhouse Accelerator, PepsiCo mempertemukan para pengusaha dengan tim internal perusahaan untuk menguji solusi inovatif terhadap berbagai tantangan bisnis dan operasional dalam sistem pangan.
Menurut Tse, kolaborasi dengan startup, investor, dan mitra lainnya juga membuka peluang untuk memperkuat ekosistem inovasi serta mengeksplorasi solusi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis.
Bali Waste Cycle Olah Kemasan Plastik Menjadi Papan Petunjuk
Bali Waste Cycle menjadi salah satu startup yang menjajaki pengembangan solusi ekonomi sirkular bersama PepsiCo Indonesia. Kolaborasi tersebut mencakup pengumpulan dan daur ulang kemasan fleksibel, termasuk penjajakan pemanfaatan material hasil pemulihan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

