Olah Sampah Plastik dan Kemasan Jadi Produk Bernilai, BWC Dilirik Tiga Investor Internasional

Salah satu Co-Founder Bali Waste Cycle Olivia Anastasia Padang (kedua dari kiri) berfoto bersama lima startup alumni dari Greenhouse Program APAC 2026 IMPACT Edition saat acara penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Singapura
Foto bersama: Vidyut Mohan, Chief Executive Officer Takachar; Olivia Anastasia Padang, Co-Founder Bali Waste Cycle, Weihua Li, Division VP, Beijing AIForce Tech; Richard Savoie, Founder & Chief Executive Officer, Adiona Tech; Roozbeh Ravansari, Chief Executive Officer, X-Centric Sciences

Penandatanganan LoI tersebut menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi lebih luas. Rencana implementasi dan kegiatan komersial selanjutnya tetap bergantung pada evaluasi, kesiapan operasional, potensi pasar, dan essekesepakatan kedua belah pihak.

Produk PT Mulia Karfa Indonesia berbahan sampah plastik dan kemasan multilayer (MLP) yang dijadikan cendera mata dalam kegiatan FGD bertema “Penguatan Kolaborasi Penanganan Sampah dan Polusi Plastik untuk Mewujudkan Laut Lestari” di Kura Kura Bali, Jumat (16/10/2026). (Foto: istimewa)

Salah satu Co-founder BWC lainnya yakni Putu Ivan Yunatana, saat diwawancarai pada Minggu (18/10) mengatakan, pada awalnya BWC bergerak di bidang pengangkutan, pengumpulan, dan pemilahan material daur ulang plastik (Material Recovery Facility/MRF). Dalam perkembangannya, BWC kemudian memperluas kegiatan dengan mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas pemanfaatan material hasil daur ulang sampah plastik dan kemasan, sekaligus membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah.

BACA JUGA:  Antisipasi Banjir, Pemkot Denpasar Normalisasi 40 Titik Sungai dan Saluran Air

Melalui dua entitas afiliasinya, BWC mendistribusikan produk hasil pemilahan sampah plastik kepada PT Karfa Mulia Indonesia dan Yayasan Kaki Kita Senusantara (YKKS). Ivan, sapaan Putu Ivan Yunatana, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Karfa Mulia Indonesia ini menjelaskan bahwa sampah plastik hasil pemilahan tersebut dapat diolah menjadi material daur ulang yang memiliki nilai ekonomi dan dimanfaatkan secara komersial untuk menghasilkan berbagai produk bermanfaat. Produk tersebut antara lain meja, kursi, gantungan baju, serta beragam produk lainnya yang dapat digunakan di rumah tangga dan perkantoran maupun dijadikan cendera mata.

Halaman 2 dari 5
Scroll to Top