“Apalagi sekarang masih musim hujan. Jangan sampai seperti tahun lalu. Kita sampai dihujat di sosmed karena masalah tenda. Tahun ini tolong dipersiapkan tenda yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah penyempurnaan, terutama pada kriteria penilaian lomba, baik di tingkat zona maupun kabupaten.
Pada tingkat kabupaten, komposisi penilaian akan dipisahkan antara fisik ogoh-ogoh dan fragmen tari yang menyertainya. “Kita tetapkan 75 persen untuk ogoh-ogoh dan 25 persen untuk fragmennya. Kemudian jurinya juga sudah kita tetapkan di awal 5 untuk juri lomba ogoh dan 2 untuk juri lomba fragmen tari,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan kreativitas dari sekaa teruna dan yowana pada tahun ini. Dari total 597 kelompok, sebanyak 425 ogoh-ogoh dilaporkan telah rampung 100 persen. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2025 yang hanya sekitar 300 ogoh-ogoh tuntas saat penilaian di tingkat zona.
“Jadi dalam pengertian ini sudah selesai keseluruhannya, termasuk aksesoris dan ditunjukkan dengan termasuk sinopsis dan sebagainya. Namun, di luar itu juga sebenarnya banyak yang sudah selesai tetapi belum tuntas seperti aksesorisnya, sinopsis dan lain-lain,” tuturnya.*
- Editor: Daton








