Indonesia Butuh 18 Ribu Pahlawan Samudera untuk Halau Plastik Masuk Laut

sampah plastik
Sampah plastik. (Foto: shutterstock.com)

Ke-18 ribu orang ini disebut pahlawan Samudera karena mereka akan bekerja keras untuk mencegah sampah plastik masuk ke laut atau samudera. Bila tidak dicegah mulai sekarang maka akan ada sekitar 4,9 juta ton sampah plastik yang akan masuk ke laut. Kondisi ini menyebabkan Indonesia sudah darurat plastik masuk laut. Padahal dalam program jangka pendek, Indonesia akan mengupayakan penanganan 70% sampah plastik di tahun 2025 dan jangka panjangnya yakni zero plastik di tahun 2040. Untuk itu Plastic Bank Indonesia membutuhkan 18 ribu pahlawan samudera di tahun 2022. Yang sudah ada saat ini sebanyak 12 ribu orang. Tinggal menambahkan 6 ribu orang. Hingga saat ini Plastic Bank Indonesia sudah mengumpulkan 20 juta ton sampah plastik atau sama dengan 1 sampai 1 miliar botol plastik yang akan masuk ke laut 

BACA JUGA:  KLH Anugerahkan Kalpataru 2026 kepada 16 Pejuang Lingkungan

Menurut Paola, saat ini di Indonesia, minimal setiap tahunnya ada 4,9 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola atau ditangani dengan baik. Ini angka sejauh yang terdata dan akan berpotensi masuk ke laut. Untuk itu dibutuhkan 18 ribu orang yang bisa mengumpulkan 1 juta ton sampah plastik pertahun.

BACA JUGA:  Badung Siapkan Penampungan Sementara Limbah B3 Rumah Tangga di TPST Mengwitani

Saat ini juga Plastic Bank Indonesia menggandeng 305 mitra bank plastik yang ada di 10 provinsi di Indonesia termasuk Bali. Ada 43 kelompok masyarakat, institusi pendidikan, institusi agama yang sudah ikut bergabung. Diharapkan, semakin banyak yang terlibat maka sampah plastik yang akan masuk ke laut semakin berkurang dan akhirnya zero plastik masuk laut. M-006

Iklan

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Prabowo Minta Rosan Buka Data Positif Investasi ke Publik

JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, untuk menyampaikan secara terbuka kepada

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top