Rabu, 29 Mei, 2024

Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan Daya Tarik Wisata. (Foto: M-011)

JEMBRANA,MENITINI.COM– Pembangunan Sektor Pariwisata di Kabupaten Jembrana yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Daerah, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kesiapan Sumber Daya Manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan dan trend kepariwisataan. Hal ini dapat ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya melalui pelatihan peningkatan kapasitas SDM pariwisata seperti yang dilakukan saat ini.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Anak Agung Komang Sapta Negara Membuka langsung Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan Daya Tarik Wisata di Nirwana Garden, Jl Sawe Rangsasa Dauhwaru, Selasa (7/11/2023). 

Ditemui usai membuka acara tersebut Bupati Tamba mengatakan Pelatihan ini membuktikan bahwa Pemerintah serius menata Pariwisata Jembrana kedepan.

BACA JUGA:  Jelang Pelaksanaan WWF di Bali, Satpol PP Gencar Lakukan Penertiban Gepeng dan Kerawanan Sosial

“Dari pelatihan-pelatihan ini akan timbul semangat teman-teman Pokdarwis dan Pengelola Destinasi Wisata ini bisa bangkit dan tumbuh untuk menyambut jembrana emas 2026,” ucapnya.

Bupati Tamba juga mengatakan akan memverifikasi semuanya sehingga menjadi suatu Aplikasi untuk memudahkan Wisatawan mengetahui wisata apa yang ada di Jembrana.

“Melihat pengalaman kita sendiri, setiap kita ke kota lain pasti searching apa yang ada, seperti makanan dan tempat-tempat wisata yang dekat dengan penginapan kita, untuk memudahkan itu, kita perlu aplikasi,” ujarnya 

Disisi lain  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Jembrana ,Anak Agung Komang Sapta Negara menambahkan  pelatihan diikuti  40 orang peserta dari Pokdarwis, Kelompok Desa wisata, dan  Aparat Desa. 

BACA JUGA:  Paripurna DPRD Jembrana, Bupati Tamba Tanggapi Catatan Dewan

Pelatihan selama 3 hari dengan materi  pengembangan dan tata kelola daya Tarik Wisata, penyelenggaraan Tata Kelola Daya tsrik wisata yang berdaya saing, serta  pengelolaan usaha dan bisnis pada daya tarik wisata dan Destinasi Pariwisata secara  Kreatif dan Inovatif.

Sisanya untuk  kegiatan lapangan  untuk mengetahui bagaimana secara langsung mengelola Destinasi tersebut.

“Kita berharap melalui pelatihan ini pelaku wisata di Jembrana dapat menambah wawasan dan pengetahuan  tentang pengembangan dan pengelolaan Daya Tarik Wisata. Semoga bisa diterapkan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan Destinasi, karena masing masing memiliki nilai strategis dan perbedaan metode pengelolaan,” tutupnya. (M-011)